Bisnis  

Tantangan dan Pentingnya Layanan yang Beragam untuk Calon Haji Indonesia

Jakarta, tiradar.id – Nasrullah Jasam, Konsul Haji di Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, menyoroti pentingnya memahami latar belakang jamaah calon haji Indonesia dalam memberikan layanan.

Dalam sebuah pertemuan teknis yang diadakan bersama Masyariq, perusahaan penyedia layanan di Arab Saudi, Nasrullah Jasam menyampaikan pesan ini dengan tegas.

“Dalam memberikan layanan kepada jamaah calon haji, penting untuk memahami latar belakang mereka, yang mencakup kultur, budaya, pendidikan, usia, dan profesi. Jamaah haji Indonesia sangat beragam, mulai dari lulusan sekolah dasar hingga guru besar, serta berasal dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Nasrullah seperti yang dilansir ANTARANews, dikutip Selasa (07/5/2024).

Dalam konteks ini, Nasrullah menyoroti pentingnya keragaman ini dipahami oleh para pemimpin maktab, yang merupakan pihak ketiga yang diberi amanah oleh Masyariq untuk memberikan layanan kepada jamaah.

Setiap maktab, yang harus memiliki izin resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, mengutus tiga orang, termasuk seorang ketua dan dua wakilnya, untuk mengikuti Bimbingan Teknis terintegrasi.

“Dalam Bimtek ini, kami berharap para pengurus maktab bisa memahami keragaman jamaah calon haji Indonesia. Pemahaman ini sangat penting agar proses pelayanan yang diberikan juga bisa memperhatikan keragaman yang ada,” tambahnya.

Menurut Nasrullah, dari sisi usia, sekitar 45.000 peserta haji Indonesia masuk dalam kategori lansia (berusia 65 tahun ke atas). Selain itu, pengalaman bepergian juga sangat beragam di antara peserta haji Indonesia, dengan sebagian dari mereka bahkan belum pernah bepergian ke luar negeri.

Pentingnya pemahaman akan keragaman jamaah calon haji Indonesia juga disoroti oleh Ketua Masyariq, M. Amin Indragiri. Ia menekankan bahwa para pengurus maktab perlu memperhatikan keragaman ini dalam memberikan layanan, sambil menegaskan pentingnya profesionalisme kerja.

“Kami meminta agar pengurus maktab bekerja secara profesional dalam memberikan layanan kepada jamaah calon haji. Keragaman ini harus menjadi bagian dari pertimbangan dalam menyelenggarakan layanan yang berkualitas,” ujar M. Amin Indragiri.

Tahun ini, Indonesia mendapat kuota haji sebanyak 241.000, yang terbagi atas 213.320 haji reguler dan 27.680 haji khusus. Dengan keragaman yang begitu besar di antara jamaah calon haji Indonesia, penting bagi semua pihak terlibat untuk memastikan bahwa setiap layanan yang diberikan memperhatikan kebutuhan dan karakteristik unik dari setiap individu, sehingga pengalaman ibadah haji mereka dapat berjalan dengan lancar dan berkesan.