London, tiradar.id – Sejumlah kecil produk minuman ringan Coca-Cola dan Appletiser telah ditarik dari peredaran di Inggris setelah ditemukan adanya kandungan zat kimia chlorate dalam kadar yang lebih tinggi dari batas aman. Produk yang terdampak dalam penarikan ini meliputi kaleng 330 ml Coca-Cola, Diet Coke, Coca-Cola Zero, dan Sprite Zero yang hanya didistribusikan ke restoran dan kafe, serta multipak berisi enam kaleng 250 ml Appletiser, minuman sari apel berkarbonasi.
Mitra pembotolan Coca-Cola menyatakan bahwa ukuran kaleng standar serta seluruh botol kaca dan plastik yang dijual di Inggris tidak terdampak oleh penarikan ini. Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan untuk menjaga keamanan konsumen. Menurut perusahaan, meskipun kadar chlorate yang tinggi menimbulkan risiko keamanan pangan yang rendah bagi sebagian besar orang, konsumsi dalam jumlah banyak atau bagi individu tertentu tetap dapat berpotensi membahayakan.
Coca-Cola memperingatkan bahwa kadar chlorate yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan, terutama bagi individu yang sensitif terhadap zat tersebut. Kelompok yang paling berisiko mencakup anak-anak serta mereka yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti gangguan tiroid dan penyakit ginjal. Oleh karena itu, langkah penarikan ini dianggap sebagai upaya preventif untuk mengurangi kemungkinan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat.
Langkah penarikan ini mengikuti tindakan serupa yang telah dilakukan sebelumnya di beberapa negara Eropa, termasuk Belgia, Luksemburg, dan Belanda. Di negara-negara tersebut, produk seperti Coca-Cola, Fanta, Sprite, Minute Maid, dan Fuze Tea juga ditarik dari pasaran setelah ditemukan kadar chlorate yang lebih tinggi dari batas normal di salah satu pabrik produksi di Belgia.
Selain itu, otoritas kesehatan di Denmark, Portugal, dan Rumania telah menerima pemberitahuan dari sistem peringatan cepat Uni Eropa untuk menyelidiki apakah produk yang terkontaminasi telah beredar di toko atau mesin penjual otomatis di negara mereka. Dengan adanya langkah ini, diharapkan risiko kesehatan akibat konsumsi minuman dengan kadar chlorate berlebih dapat diminimalkan.
Penarikan produk ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas dan keamanan pangan, terutama bagi perusahaan besar yang produknya dikonsumsi oleh masyarakat luas. Coca-Cola sendiri telah menyatakan komitmennya untuk terus memastikan bahwa semua produknya aman dikonsumsi dan sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku.