SUBANG, tiradar.id — Dennyut ekosistem kreatif Kabupaten Subang kembali membuktikan taji lokalnya. Mengusung tema “Lakonika”, perhelatan SubangFest Vol.14 sukses menyulap Amphitheater Tugu Benteng Pancasila, Alun-Alun Subang, menjadi panggung selebrasi seni bernuansa kebangsaan pada Jumat malam (21/8/2026).
Acara yang digelar dalam rangka merawat gelora HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini dihadiri langsung oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi (Kang Rey), didampingi Sekda Kabupaten Subang H. Asep Nuroni dan Kadisparpora Kabupaten Subang.
Kolaborasi apik antara Subang Creative Hub, Komite Ekonomi Kreatif, dan Bidang Pemasaran Pariwisata Disparpora Subang ini diawali oleh harmoni Orkes Keroncong yang meneduhkan suasana. Puncak narasi panggung diisi oleh karya teatrikal “Gemuruh Revolusi” garapan Asep Kusmana bersama Komunitas Subang Nyeni. Pertunjukan tersebut menghidupkan kembali dinamika sejarah perjuangan bangsa—dari penculikan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok hingga peristiwa Bandung Lautan Api.

Kemeriahan ditutup lewat entakan dinamis Bajidor dari Uje Darsum Group yang disambut riuh generasi muda. Kehadiran anak muda yang mendominasi bangku penonton menandai makin menguatnya kebanggaan atas akar budaya daerah.
Ditemui usai pertunjukan, Kang Rey menegaskan bahwa dominasi pengisi acara lokal pada edisi ke-14 ini merupakan strategi deliberately untuk menonjolkan taji seniman daerah.
“Sengaja SubangFest bulan ini tidak mau ada band seperti biasanya. Saya ingin sampaikan drama, teatrikal di Subang ini hidup, kesenian di Subang berkembang,” tegas Kang Rey.
Ia menepis anggapan bahwa acara berbasis talenta lokal diproduksi seadanya. Menurutnya, SubangFest tetap dikemas dengan standar pengasahan panggung yang profesional.
“Ini implementasi bahwa Kabupaten Subang berkembang. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat tetap tinggi,” tambah sang Bupati, mengapresiasi masyarakat yang memadati lokasi meski tanpa headliner luar daerah.