Subang, tiradar.id- Sembilan dari 14 orang tewas di RSUD Ciereng Subang, usai menenggak miras oplosan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (30/10/2023). Menurut informasi, mereka pesta miras di hajatan yang berujung tewas.
Humas RSUD Ciereng Subang, wawan Gunawan kepada awak media, mengatakan, ada tiga orang yang dirawat di RSUD Ciereng Subang, dalam kondisi kritis, sementara satu orang lainnya, kondisinya sudah membaik.
“Dari 14 orang yang masuk ke RSUD Ciereng, 9 orang dinyatakan meninggal. Memang datanya 10 orang, tapi pasien itu meninggal bukan di kami. Keluarga pasien minta pulang paksa. Saat di perjalanan pulang meninggal jadi tidak dihitung di kami,” ujar Wawan.
Menurut Wawan, saat masuk ke RSUD Ciereng, kondisi korban sudah kritis, dan tidak sadarkan diri. penanganan yang dilakukan oleh rumahsakit, menurut Wawan, diantaranya dengan cara menguras lambung para korban.
“Namun, beberapa diantaranya tidak dapat bertahan dan meninggal dunia,” tambah wawan.
Berdasarkan data kepolisian, mereka yang meninggal dunia diantaranya Ayi Robiyanto (45), Dadang (22), Luthfi Gumilar (21), RN (16), Mulyana (37), M Budiman (30), Mega Mulyana (30), Tella Tania (28), dan Heri Sutisna (31).
Sementara korban dirawat di RS Ciereng Subang, diantaranya bernama Yusuf (27), Asep Supriatna (29), Dendi Riandi (39), dan Ujang Rizky. Untuk korban yang di rawat di Puskesmas bernama Peri Riyana (34).
di kutip dari CNN Indonesia, Senin (30/10/2023) Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo menuturkan para korban menenggak minuman keras oplosan di Kampung Cipulus, Desa Sagalaherang Kaler, Sagalaherang, Kabupaten Subang.
Ibrahim mengatakan, awal informasi yang didapat, pesta miras oplosan itu terjadi saat pesta pernikahan warga, Sabtu (28/10), di Kampung Cipulus, Sagalaherang, Kabupaten Subang.
“Para korban berkumpul dan membeli minuman beralkohol atau miras oplosan di Kampung Jabong. Selanjutnya para korban meminum minuman keras di acara pernikahan tersebut,” katanya.(bobi/ eko/ tiradar.id)


