Subang, tiradar.id – Seorang warga Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dilaporkan tertimbun longsor saat tengah memperbaiki pipa air, Jumat (11/4/2025) sore. Korban bernama Rafik (55), hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 15.00 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Subang, Udin Jazudin, longsor terjadi dua kali dalam sehari, yaitu pada pukul 13.30 WIB dan 15.00 WIB.
“Saat terjadi longsor, kondisi wilayah Dayeuhkolot sedang diguyur hujan deras. Longsor ini terjadi dua kali yakni pukul 13.30 dan 15.00 WIB,” ujar Udin saat ditemui di lokasi kejadian pada Sabtu (12/4/2025).
Material longsoran yang terdiri dari batu besar dan akar bambu dilaporkan menimbun aliran Sungai Ciasem serta satu orang warga yang sedang memperbaiki saluran pipa air. Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Tagana, relawan, TNI, Polri, dan warga setempat terus melakukan upaya evakuasi dengan menggunakan alat manual dan dua unit ekskavator.
Namun demikian, medan yang sulit menjadi hambatan utama. Ekskavator tidak dapat menjangkau area di bawah aliran sungai tempat korban diduga tertimbun. “Korban diduga tertimbun material longsoran berupa batu besar dan serat bongkahan akar bambu yang sangat besar dan hingga saat ini sangat sulit dievakuasi. Bahkan bisa saja korban terseret arus sungai Ciasem yang saat peristiwa terjadi debit airnya sangat tinggi dan deras,” jelas Udin.
Udin juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi longsor terutama saat turun hujan, mengingat potensi longsor susulan masih tinggi. “Kami menghimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi longsoran saat hujan turun, karena masih sangat berpotensi terjadi longsor susulan,” tutupnya.


