Subang, tiradar.id– Kegiatan program pemberdayaan masyarakat desa/ keluarahan, atau yang dikenal saat ini dengan kegiatan refleksi 5 tahun Jimat- Akur di kritisi oleh Ketua Pemuda Subang Mahardika Iqbal Ramadhan, menurutnya, kegiatan tersebut tidak memiliki efek positif bagi masyarakat.
“Tidak ada efek positif bagi masyarakat, sebab dari mata anggaran yang ada, sebesar Rp. 187 juta, sebagian besar habis untuk anggaran yang tidak menyentuh kepentingan masyarakat,” ujar Iqbal kepada tiradar.id, Sabtu (19/8/2023).
Iqbal mencontohkan, ada anggaran sebesar Rp 85 juta untuk membayar event organizer, juga ada belanja Baligho sebesar Rp 55 juta lebih, sementara anggaran masyarakatnya minim.
“Belanja pembayaran jasa event organizer sebesar Rp 85 juta, itu untuk apa saja? sementara di mata anggaran, masih ada anggaran untuk belanja sewa kursi, sewa tenda dan juga sewa soundsystem,” ujar Iqbal.

Besaran anggaran tersebut, tambah Iqbal, pembayarannya berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD, red), sementara disisi lain, pemerintah Kabupaten Subang mengatakan, kalau kondisi keuangan saat ini mengalami defisit anggaran.
“Jadi, ada hal yang “disembunyikan” oleh pemerintah Kabupaten Subang, berkaitan dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2023 ini,” ucap Iqbal.
Iqbal mengambil salahsatu contoh kegiatan yang dilakukan di Kecamatan Compreng, yang menganggarkan kegiatan “refleksi Jimat-Akur” sebesar Rp. 187.085.000, dan tolak ukur kinerja dari kegiatan tersebut, jumlah prosentase kemiskinan diangka 32,08%.
“Ini sangat miris, anggaran ratusan juta perkecamatan, digunakan untuk kegiatan yang imbas terhadap penurunan prosentase kemiskinan, sangat minim,” tambah Iqbal.
Menurut Iqbal, kalau seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Subang menganggarakan sama dengan Kecamatan Compreng, maka nilai untuk kegiatan yang dia anggap menghambur-hamburkan uang tersebut mencapai Rp 5 milyar lebih.
“Angkanya bisa mencapai Rp. 5.612.550.000. sebuah angka yang fantastis, dan kegiatan ini, tidak dilelangkan, dilakukan penunjukan langsung di tiap kecamatan,” tambah Iqbal.
Karenanya, Iqbal mengingatkan kepada para anggota DPRD Kabupaten Subang, terutama Badan Anggaran DPRD Kabupaten Subang, untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan tersebut.
“Kan saat ini tengah dilakukan pembahasan anggaran perubahan untuk APBD tahun 2023, evaluasi lagi mata anggaran ini,” tegas Iqbal.
bahkan, menurut Iqbal, sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Subang menyelenggarakan HUT Kab. Subang dengan meminta-minta bantuan dana kepada perusahaan-perusahaan swasta yang ada di Kab. Subang.
“Hal ini membuat kami terheran-heran, besaran yang diterima dan yang digunakan dalam agenda tersebut pun dipertanyakan, karena tidak masuk kedalam perencanaan dan atau APBD Subang, sementara setiap tahun Pemda Subang menganggarkan acara tersebut,”ucap Iqbal.
Ditanya apakah Kegiatan program pemberdayaan masyarakat desa/ keluarahan, yang dikenal saat ini dengan kegiatan refleksi 5 tahun Jimat- Akur? Mantan Kepala BP4D kabupaten Subang, Hari Rubiyanto mengaku tidak hafal pada teknis kegiatan.
“Saya ga hafal sampai teknis,” tulisnya.
Saat di kirim RKA di kecamatan Compreng, Hari mengatakan, bahwa RKA tersebut merupakan teknis kegiatan. “Itu teknis kegiatannya. Kan mengundang bupati dan stakeholder di kecamtan serta kepala OPD,” jelasnya. (***)


