Anies Ajak Mantan Dirut KAI dan Menhub Ternyata untuk Ini

Ignatius Jonan
Ignatius Jonan | Instagram @ignasius.jonan

Jakarta, tiradar.id – Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, memiliki rencana ambisius untuk mengembangkan proyek infrastruktur, terutama dalam pembangunan jaringan kereta api di wilayah Banjarbaru-Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Dalam upayanya merealisasikan proyek ini, Anies mengungkapkan keinginannya untuk mengajak Mantan Dirut KAI dan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, untuk bergabung dalam tim pembangunan proyek tersebut.

Dalam kunjungannya ke Wetland Square di Kota Banjarmasin, Anies menyampaikan niatnya untuk merencanakan jaringan kereta api yang menghubungkan Banjarbaru dan Banjarmasin. Menurutnya, kedua kota ini memiliki intensitas lalu lintas yang tinggi, sehingga dibutuhkan solusi transportasi yang efisien.

“Banjarbaru dan Banjarmasin ini intensitasnya lalu lintasnya cukup tinggi. Sebenarnya ini suatu kawasan yang mungkin perlu kita bangun jaringan rel kereta api antar dua wilayah ini. Shuttle sehingga intensitas lalu lintas bisa digunakan,” ungkap Anies.

Anies juga menyatakan niatnya untuk mengajak Ignasius Jonan untuk bergabung dalam proyek tersebut. Jonan dianggap sebagai sosok yang tepat dan memiliki pemahaman yang mendalam terkait pembangunan proyek perkeretaapian.

“Orang pertama yang akan kami undang adalah Pak Jonan. Orang yang paling paham, Pak Jonan itu objektif, kalau beliau mengatakan layak maka itu layak,” ucap Anies.

Selain mengakui pemahaman teknis Jonan, Anies juga memberikan pujian terhadap integritas dan keberhasilan Jonan dalam mentransformasi sektor kereta api di Indonesia. Dengan menggandeng Jonan, Anies berharap dapat menjalankan proyek ini dengan efektif dan sukses.

“Kalau beliau mengatakan tidak layak, ya itu tidak layak. Beliau orang punya integritas, profesional dan orang terbukti sukses mentransformasi kereta api di Indonesia,” tambahnya.

Pertemuan potensial antara Anies Baswedan dan Ignasius Jonan ini menunjukkan komitmen untuk menghadirkan solusi transportasi yang lebih baik dan efisien di wilayah tersebut, serta menyoroti kolaborasi antara pemimpin dan ahli di bidangnya untuk mewujudkan proyek infrastruktur yang berdampak positif bagi masyarakat.