Jakarta, tiradar.id – LinkedIn, sebagai situs web jaringan profesional terkemuka, baru-baru ini merilis proyeksi lima tren pemasaran B2B yang akan membimbing para profesional marketing melalui tantangan di tahun 2024. Proyeksi ini melibatkan penggabungan teknologi dan kreativitas, menciptakan fondasi kuat bagi para pelaku bisnis di era yang terus berubah.
Head of Enterprise APAC LinkedIn Marketing Solutions, Matt Tindale, mengungkapkan bahwa di tahun lalu, bisnis telah beradaptasi cepat dengan perubahan teknologi dan ketidakpastian ekonomi. CMO B2B dihadapkan pada tantangan meningkatkan arus keuangan, menyelaraskan dengan pemimpin, terutama CFO (Chief Financial Officer), serta menekankan pentingnya pengembangan merek dan kreativitas untuk keunggulan kompetitif.
Tindale menyoroti bahwa kemajuan ini menciptakan pondasi kuat dengan perpaduan strategis antara seni dan sains, serta potensi besar AI Generatif yang menjadi sangat penting di era saat ini. Seperti revolusi internet pada tahun 1990-an, kecerdasan buatan tidak hanya mengubah konsep kerja tetapi juga memberikan kebebasan untuk berkreasi dan membangun hubungan dengan pelanggan.
“Saat audiens mencari hubungan yang otentik, para profesional marketing akan meningkatkan upaya untuk memberikan sentuhan manusiawi pada merek mereka, memperkuat ekuitas dan kepercayaan,” ujar Tindale.
Tren Pemasaran B2B di Tahun 2024:
- Perbaikan Measurement Framework: CMO akan memprioritaskan perbaikan pada measurement framework bisnis mereka, membuktikan dampak pekerjaan mereka pada matriks penjualan dengan eksperimen menggunakan alat pengukuran baru seperti Laporan Atribusi Pendapatan LinkedIn dan CMO Scorecard.
- Keseimbangan Jenama dan Permintaan: Marketer akan menyeimbangkan jenama dan permintaan untuk mendorong pertumbuhan bisnis, menerapkan prinsip alokasi anggaran 60/40. Pendekatan baru ini menetapkan 60 persen untuk pemasaran jenama dan 40 persen sisanya untuk pemasaran permintaan.
- Maksimalkan AI untuk Pertumbuhan: Dengan meningkatnya antusiasme terhadap potensi AI generatif, para marketer akan memaksimalkan penggunaan AI untuk mempercepat pertumbuhan bisnis mereka, menyederhanakan proses bisnis, dan fokus pada implementasi AI.
- Peningkatan Keterampilan SDM Terkait Bisnis dan AI: Seiring masifnya penggunaan AI, masyarakat akan berusaha mempelajari keterampilan bisnis yang diperlukan, seperti kepemimpinan, pemecahan masalah, dan kreativitas. Keterampilan SDM diproyeksikan meningkat di tahun 2024.
- Otentik dan Relevan: Perusahaan B2B akan membuat merek bisnis mereka semakin otentik dan relevan dengan melibatkan kreativitas, emosi, video, dan humor. Penggabungan elemen-elemen ini akan memperkuat jenama bisnis mereka.
Dengan proyeksi ini, para pelaku bisnis B2B diharapkan dapat memanfaatkan tren pemasaran yang muncul untuk meraih kesuksesan di tahun 2024. Menerapkan kombinasi yang cerdas antara teknologi dan kreativitas akan menjadi kunci untuk bersaing dan berkembang di dunia bisnis yang terus berkembang.
Sumber: ANTARA


