Jakarta, tiradar.id – Piala Asia U-23 2024 menyisakan kisah pahit bagi striker timnas Korea Selatan, Lee Young Jun. Dalam pertandingan dramatis perempat final melawan timnas Indonesia U-23 pada Kamis dini hari, Lee tidak hanya harus menelan pil pahit kekalahan, tetapi juga diusir keluar lapangan setelah menerima kartu merah.
Saat peluit panjang mengakhiri pertarungan sengit, Lee terlihat hancur. Dalam laporan dari portal daring Korsel Naver, air mata tak tertahankan mengalir dari matanya. Ia berusaha menutupi kekecewaannya dengan kedua telapak tangannya karena gagal membawa timnya melalui adu penalti setelah skor imbang 2-2 selama waktu normal dan perpanjangan waktu.
Para staf timnas berusaha memberikan dukungan pada Lee yang sedang terpuruk. Namun, beban kekalahan dan kartu merah yang diterimanya begitu berat bagi pemain yang diandalkan sebagai top skor timnya dalam turnamen tersebut.
Pada pertengahan babak kedua saat Korea Selatan masih tertinggal 1-2, Lee dipanggil masuk lapangan sebagai pemain pengganti. Namun, harapannya pupus ketika wasit memberinya kartu merah setelah melihat ulang rekaman video VAR. Pelanggaran yang dilakukan Lee terhadap Hubner terbukti cukup serius, sehingga wasit mengubah hukumannya menjadi kartu merah langsung.
Pencapaian Lee dalam turnamen ini sebelumnya patut diacungi jempol. Tiga gol yang diciptakannya telah menjadi penyelamat bagi timnas Korea Selatan untuk melaju dari fase grup. Namun, kegagalan melawan Indonesia menandai akhir perjalanan mereka dalam Piala Asia U-23 2024 dan juga membuat impian mereka untuk tampil di Olimpiade sirna setelah 40 tahun.
Sementara itu, bagi timnas Indonesia, kemenangan atas Korea Selatan membuka peluang emas menuju Olimpiade Paris, Prancis. Mereka akan menghadapi pemenang antara Uzbekistan dan Arab Saudi dalam semifinal, yang merupakan laga penentu untuk mengamankan tiket ke Olimpiade 2024.
Meski pahit bagi Korea Selatan, kekalahan ini menjadi titik balik bagi timnas Indonesia, yang kini memiliki kesempatan emas untuk mewujudkan mimpi mereka di panggung internasional.
Sumber: CNN Indonesia


