Jokowi Buka Suara Terkait Statusnya di PDIP

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada pembukaan Peparnas XVII Solo 2024 di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Minggu (6/10/2024). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom/aa.

Jakarta, tiradar.id – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya memberikan tanggapan terkait pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, yang menyebutkan bahwa dirinya dan keluarganya tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan. Hal ini disampaikan Jokowi kepada awak media pada Kamis (5/12) di Solo, Jawa Tengah.

“Ya berarti partainya perorangan,” ujar Jokowi singkat ketika dimintai komentar. Pernyataan tersebut disampaikan saat makan siang bersama awak media di sebuah rumah makan yang terletak dekat kediamannya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Tidak Banyak Penjelasan

Jokowi memilih untuk tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai maksud pernyataannya itu. Bahkan, ketika ditanya lebih lanjut mengenai status keanggotaannya di PDIP, Jokowi hanya tersenyum dan kembali mengulangi ucapannya, “Ya partainya partai perorangan. Ya udah itu.”

Pertanyaan lain terkait tawaran dari Partai Golkar juga tak mendapat jawaban jelas dari mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Jokowi kembali menjawab dengan kalimat yang sama, disertai senyuman.

Pernyataan PDIP

Sebelumnya, Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa Jokowi dan keluarganya, termasuk putra sulungnya yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, serta menantunya, Bobby Nasution, sudah tidak menjadi bagian dari keluarga besar PDIP.

Menurut Hasto, keputusan tersebut diambil karena Jokowi dianggap tidak lagi sejalan dengan nilai dan idealisme partai, terutama setelah pencalonan Gibran melalui Mahkamah Konstitusi (MK) pada pilpres yang lalu.

“Kami tegaskan kembali bahwa Bapak Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan,” ungkap Hasto dalam keterangannya di Sekolah Partai, Rabu (4/12).

Ia juga menyebutkan bahwa partai telah meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas perubahan sikap Jokowi selama memegang kekuasaan. “Pada rapat kerja nasional kelima, kami menyampaikan permohonan maaf atas tindakan seorang pemimpin yang karena kekuasaannya melupakan cita-cita yang membentuknya,” kata Hasto.

Golkar Siap Menampung?

Di tengah situasi ini, Partai Golkar mengungkapkan keterbukaan terhadap Jokowi jika ia memang ingin bergabung. Kedekatan Jokowi dengan Ketua Umum Partai Golkar menjadi salah satu alasan partai berlambang pohon beringin itu siap menampungnya.

Meski demikian, Jokowi hingga kini belum memberikan tanggapan konkret mengenai kemungkinan bergabung dengan partai politik lain.

Dengan pernyataannya yang singkat namun penuh makna, “Partainya partai perorangan,” Jokowi tampaknya ingin memberikan pesan yang lebih dalam kepada publik, meskipun makna sesungguhnya masih menjadi bahan spekulasi.

Sumber: CNN Indonesia