Jakarta, tiradar.id – Cegukan merupakan hal yang umum, normal, dan biasanya tidak berbahaya. Namun, dalam beberapa kasus, cegukan bisa menimbulkan rasa tidak nyaman atau menyakitkan. Dr. Shoshana Ungerleider menjelaskan bahwa cegukan terjadi akibat kontraksi tiba-tiba dan tidak disengaja pada diafragma — otot yang memisahkan rongga dada dari perut dan berperan penting dalam pernapasan.
Saat kontraksi ini terjadi, udara masuk dengan cepat, dan ketika udara tersebut mengenai pita suara, suara khas cegukan pun muncul. Berikut beberapa penyebab cegukan yang menyakitkan serta cara mengatasinya:
1. Iritasi Esofagus
Iritasi pada esofagus, seperti esofagitis — gangguan yang menyebabkan pembengkakan dan peradangan pada esofagus — dapat memicu cegukan yang menyakitkan. Esofagus yang melewati diafragma menuju lambung rentan terhadap gangguan ini.
Makanan tajam seperti keripik, popcorn, kacang-kacangan, biji-bijian, atau kulit taco yang keras sering menjadi penyebab iritasi. Gejala lain yang mungkin menyertai adalah kesulitan menelan dan nyeri seperti terbakar di dada. Jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari, segera temui dokter.
2. GERD (Penyakit Refluks Gastroesofageal)
GERD terjadi ketika asam lambung berulang kali mengalir kembali ke esofagus, sehingga mengiritasi diafragma dan esofagus. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan cegukan yang menyakitkan tetapi juga rasa terbakar di dada, terutama saat berbaring atau setelah makan. Anda mungkin juga merasakan rasa asam di mulut.
Untuk mengatasi GERD, Anda bisa menggunakan antasida yang dijual bebas. Namun, jika gejala terus berlanjut atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
3. Latihan Berat
Olahraga berat dapat menyebabkan penggunaan diafragma yang berlebihan atau tegang, yang memicu cegukan. Pada atlet tingkat tinggi, diafragma yang lebih kuat justru rentan mengalami kejang lebih hebat.
Istirahat dan relaksasi biasanya efektif untuk meredakan ketegangan dan mengurangi gejala cegukan akibat latihan berat.
4. Nyeri Dada atau Tulang Rusuk
Cedera, peradangan, atau ketegangan otot di area dada atau tulang rusuk dapat memperparah cegukan. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang mengalami batuk terus-menerus.
Jika batuk berlangsung lebih dari beberapa hari, disertai kesulitan bernapas atau nyeri dada yang memburuk, segera periksakan diri ke dokter.
5. Distensi Perut
Perut yang terlalu penuh akibat makan berlebihan, gas, atau sembelit dapat meregangkan diafragma dan menyebabkan cegukan yang menyakitkan. Gejala lain yang mungkin muncul meliputi kembung, pembengkakan pada perut, dan mual.
Jika gejala memburuk, berlangsung lebih dari beberapa hari, atau disertai demam, muntah, atau darah dalam tinja, segera konsultasikan dengan dokter.
6. Infeksi Paru-Paru
Penyakit seperti pneumonia, bronkitis, atau fibrosis kistik dapat menyebabkan peradangan pada jaringan di sekitar diafragma dan paru-paru, sehingga memicu cegukan yang menyakitkan. Gejala lainnya meliputi batuk berdahak, demam, menggigil, sesak napas, dan nyeri dada.
Pengobatan dapat mencakup obat batuk, antibiotik, atau penurun demam, tergantung pada tingkat keparahan infeksi.
7. Gangguan Neurologis
Gangguan neurologis seperti stroke, multiple sclerosis, atau cedera otak traumatis dapat mengganggu jalur saraf yang mengontrol diafragma, sehingga menyebabkan cegukan kronis atau menyakitkan.
Pengobatan tergantung pada kondisi yang mendasari dan tingkat keparahannya. Diskusikan dengan dokter untuk menentukan pengelolaan gejala yang tepat.
Meskipun cegukan biasanya tidak berbahaya, gejala yang menyertainya dapat memberikan petunjuk penting mengenai kondisi kesehatan Anda. Jika cegukan berlangsung lama, disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.


