
Purwakarta,tiradar.id, – Pemerintah Kecamatan Tegalwaru bersama BPBD Kabupaten Purwakarta dan Pemerintah Desa Batutumpang menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kampung Sindang Reret RT 02 RW 01, Desa Batutumpang, Kecamatan Tegalwaru, Rabu (22/7/2026) siang.
Sebanyak 221 kepala keluarga (KK) atau 685 jiwa menerima manfaat dari distribusi air bersih tersebut. Bantuan yang disalurkan mencapai 9.000 liter, terdiri dari 5.000 liter dari BPBD Kabupaten Purwakarta dan 4.000 liter dari Pemerintah Desa Batutumpang.
Kegiatan distribusi air bersih melibatkan personel dari BPBD Kabupaten Purwakarta, TNI, Trantib Kecamatan Tegalwaru, serta perangkat Desa Batutumpang dengan menggunakan kendaraan tangki air milik BPBD dan mobil operasional desa.
Camat Tegalwaru, Endang Saepudin, mengimbau masyarakat, khususnya di desa-desa yang menjadi langganan kekeringan saat musim kemarau, agar segera melaporkan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Apabila terjadi kekeringan air bersih, masyarakat diharapkan segera melapor kepada pengurus RT, RW, dan pemerintah desa. Selanjutnya pemerintah desa dapat mengajukan permohonan bantuan kepada kecamatan maupun instansi terkait seperti BPBD, PDAM, dan dinas lainnya agar penyaluran bantuan air bersih dapat dilakukan secepatnya,” ujar Endang.
Ia juga mengingatkan warga untuk menggunakan air secara bijak karena ketersediaan air bersih dan sumber air selama musim kemarau sangat terbatas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan mengutamakan kebutuhan pokok sehari-hari. Jangan menggunakan air secara berlebihan karena bantuan yang tersedia juga terbatas,” katanya.
Selain itu, Endang meminta masyarakat berhati-hati dalam memanfaatkan sumber air alternatif. Menurutnya, warga tidak boleh menggunakan sumber air yang diduga tercemar atau membahayakan kesehatan.
“Jika menemukan sumber air yang diragukan keamanannya, jangan digunakan. Segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat ditindaklanjuti dan diberikan solusi, termasuk bantuan air bersih,” tambahnya.
Pemerintah Kecamatan Tegalwaru berharap seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama menghadapi dampak musim kemarau dengan meningkatkan kepedulian terhadap penggunaan air serta segera berkoordinasi dengan pemerintah apabila terjadi krisis air bersih.
Melalui langkah cepat distribusi air bersih dan koordinasi lintas instansi, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak dapat terpenuhi hingga kondisi musim kemarau berakhir. (Supriyadi)