
Purwakarta, tiradar.id,- Dampak sebaran abu vulkanik dari letusan gunung anak Krakatau, Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat mengeluarkan surat edaran bagi seluruh sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Purwakarta, untuk memberlakukan pembelajaran daring bagi siswanya, guna melindungi kesehatan anak didiknya. Senin (7/9/2026).
Berdasarkan surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Nomor 000.1/3683-Sekre/2026, dimana pembelajaran daring ini dilaksanakan dari rumah mulai tanggal 7 September hingga 11 September 2026.
Kepala sekolah SDN 1 Munjuljaya, Sakimin mengatakan, Pihaknya telah melaksanakan surat edaran dari Dinas Pendidikan, termasuk mengontrol pelaksanaan pembelajaran daring agar efektif dan efesien.
“Meski anak didik belajar di rumah secara daring, mulai tanggal 7 hingga 11 September 2026, namun pihak sekolah tetap melakukan pengawasan langsung, agar pelaksanaannya bisa efektif dan efesien” ujar Sakimin.
Sakimin pun menghimbau kepada para anak didiknya, agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah, kecuali ada keperluan, dengan syarat menggunakan masker atau kacamata untuk melindungi dari sebaran abu vulkanik akibat letusan gunung anak Krakatau yang sempat dirasakan masyarakat Purwakarta, meski masih dalam kondisi intensitas rendah.
“Siswa yang belajar di rumah secara daring kalo ada keperluan keluar harus menggunakan masker atau kacamata untuk menjaga kesehatan, bahkan harus di dampingi orang tuanya” jelas Kepsek SDN 1 Munjuljaya.
Sementara itu, dari video pribadi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Sadiah menegaskan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran untuk memberlakukan pembelajaran secara daring bagi anak didik dari tingkat SD dan SMP, dimana para anak didik di dampingi orang tuanya belajar di rumah menggunakan gawai atau laptop yang di milikinya, dengan bimbingan para gurunya masing masing secara online.
Hal ini diberlakukan terkait adanya sebaran abu vulkanik akibat letusan gunung anak Krakatau yang juga dirasakan masyarakat Purwakarta, sehingga untuk melindungi kesehatan para siswa, maka pihak Dinas Pendidikan mengambil langkah dengan pemberlakuan sistem belajar daring.
“Surat edaran ini ditujukan kepada para kepala sekolah tingkat SD dan SMP sekabupaten Purwakarta, dimana para siswa belajarnya di rumah secara daring, guna melindungi kesehatannya” jelas Sadiah.
Terpantau untuk aktivitas di sekolah pada pelaksanaan pembelajaran daring di hari pertama, kepala sekolah bersama para guru membersihkan lingkungan sekolah, membagikan MBG melalui para orang tua siswa, juga memberikan mata pelajaran secara daring kepada para siswa yang belajar di rumahnya masing masing.
Pelaksanaan pembelajaran daring ini akan di tinjau kembali, sesuai perkembangan situasi dan kondisi, termasuk kualitas udara, sebaran abu vulkanik, serta arahan pemerintah atau instansi yang berwenang.(Supriyadi)