Bisnis  

Asep Sulaeman Sabanda Mengundurkan Diri dari Komisaris Utama PT ZATA dan IPPE

CEO Ascort Asia Group Anthony Soewandy (dari kanan) berbincang dengan CEO PT Sumber Energi Alam Mineral (SEAM) Group Asep Sulaeman Sabanda, dan Vice President Investment Service PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Tjondro Prabowo, di Jakarta, Senin (3/12/2018)./JIBI-Endang Muchtar

Subang, tiradar.id – Pada tanggal 15 Februari 2024, Sultan Subang, Asep Sulaeman Sabanda, mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Komisaris Utama PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA) dan PT Indo Pureco Pratama Tbk. (IPPE).

Manajemen ZATA telah mengonfirmasi penerimaan surat pengunduran diri tersebut. Keputusan tersebut disetujui oleh pemegang saham setelah diterima. Tindakan serupa juga diambil oleh Asep di perusahaan lainnya, yakni PT Berkah Beton Sadaya Tbk. (BEBS), di mana beliau mundur dari jabatan Komisaris Utama sebulan sebelumnya.

Meskipun alasan di balik pengunduran diri Asep tidak diungkap secara rinci, terdapat indikasi bahwa masalah hukum yang sedang dihadapinya memainkan peran penting. Asep saat ini terlibat dalam dua kasus hukum, yakni permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dan kasus wanprestasi.

Dalam kasus wanprestasi, Asep menjadi termohon bersama dua pihak lainnya, yaitu Fina Nuryanti dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI). Latar belakang dari kasus ini berawal dari utang yang dimiliki oleh PT Sumber Energi Alam Mineral (SEAM), perusahaan yang dipimpin oleh Asep sebagai Direktur Utama. Pada tahun 2018, SEAM memiliki sejumlah utang kepada beberapa kreditur yang dijamin oleh Asep melalui Akta Personil Guarantee.

Pada tanggal 24 Oktober 2023, empat kreditur mengajukan permohonan wanprestasi kepada Asep berdasarkan Akta Personil Guarantee tersebut. Sedangkan, pada tanggal 15 Januari 2024, lima kreditur mengajukan permohonan PKPU kepada Asep atas Akta Personil Guarantee yang sama.

Situasi ini menunjukkan bahwa Asep Sulaeman Sabanda sedang menghadapi tekanan yang signifikan dalam konteks hukum dan keuangan. Pengunduran dirinya dari jabatan-jabatan penting di beberapa perusahaan menambah kompleksitas dari situasi yang tengah dihadapinya.

Langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Asep dan pihak terkait akan menjadi perhatian dalam beberapa waktu ke depan.

Sumber: Bisnis.com