Subang, tiradar.id- Pemerintah Kabupaten Subang sudah rampung melakukan pendataan para calon penerima BPJS Ketenagakerjaan non formal. Sedikitnya ada 396 buruh tani yang didaftar.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Subamg, Deni Wiryanto, S.AN, M.AP didampingi Penyuluh Sosial Ahli Muda, Irvan Ferdiansyah, Rabu, 3 Desember 2025 mengatakan, dari kuota 2 ribu orang, tersebar di 30 Kecamatan.
“Rata-rata per desa nya ada 10 orang,” ujar Deni.
Untuk jenis pekerjaanya sendiri, menurut Deni, buruh tani sebanyak 396 jiwa atau 19, 8%; pedagang mikro sebanyak 278 jiwa atau 13, 9%; pekerja atau buruh serabutan sebanyak 500 jiwa atau 25% dan pekerja non formal/ informal lainnya sebanyak 826 jiwa atau 41, 3%.
“Jenis pekerjaan ini, sesuai dengan pengakuan warga yang didata oleh para petugas,” jelas Deni.
Terkait dengan pembayaran preminya sendiri, menurut Deni, Pemkab Subang membayar sebesar Rp16.800 per orang perbulan, untuk 2 jenis jaminan sosial.
“Rinciannya, premi jaminan kecelakaan kerja sebesar Rp10 rb, dan premi jaminan kematian sebesar Rp6.800,” tambahnya.
Deni menegaskan, pembayaran premi bagi masyarakat tersebut hanya bisa memenuhi kebutuhan pembayaran premi selama 3 bulan saja, yakni bulan Oktober, November dan Desember.
“Bentuknya kan stimulus, dan juga karema dianggarkan pada anggaran perubahan, jadi hanya mampu mengkaper selama 3 bulan dengan total anggaran Rp100.800.000, untuk selanjutnya, mandiri,” jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, Senin, 24 November 2025, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Subang mendaftarkan puluhan ribu pekerja nonformal ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Menurutnya, jumlah seluruhnya 26.120 orang.
“Pekerja nonformal terdiri dari buruh tani, nelayan, tukang ojek, sopir angkutan, tukang becak, juru parkir, kuli bangunan dan tukang warung,” ujar Rey.
Untuk pembiayaannya, menurut Rey, akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Subang. Sebanyak 24.120 orang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan sisanya, sebanyak 2 ribu orang oleh Pemerintah Kabupaten Subang.****


