Indonesia Tegaskan Komitmen Perkuat Perdagangan Kawasan dalam APEC MRT 2025 di Korea Selatan

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (kiri) dan Menteri Perdagangan Budi Santoso (kanan) saat menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perdagangan dengan Kementerian Hukum yang berlangsung di Kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Jakarta, tiradar.id — Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat sistem perdagangan kawasan dan global melalui kerja sama multilateral yang inklusif dan berkelanjutan. Komitmen ini akan disuarakan dalam Pertemuan Para Menteri Perdagangan APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation Ministers Responsible for Trade Meeting/APEC MRT) yang digelar pada 15–16 Mei 2025 di Jeju, Korea Selatan.

Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/5), Mendag Budi menyampaikan bahwa Indonesia memandang forum APEC MRT sebagai platform strategis dalam mendorong transformasi sistem perdagangan kawasan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi serta tantangan global terkait keberlanjutan.

“Kami akan aktif menyuarakan kepentingan nasional, khususnya dalam isu penguatan sistem perdagangan yang berbasis aturan, reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk fasilitasi perdagangan, serta penguatan rantai pasok,” ujar Budi.

Pertemuan APEC MRT 2025 akan membahas berbagai isu strategis, antara lain inovasi kecerdasan artifisial untuk mempermudah perdagangan lintas batas, peningkatan konektivitas melalui sistem perdagangan multilateral, serta upaya mencapai kemakmuran bersama melalui perdagangan yang berkelanjutan.

Selain menghadiri forum utama, Mendag Budi juga dijadwalkan melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan para mitra strategis seperti Korea Selatan, Jepang, Selandia Baru, Peru, Singapura, dan Chile. Ia juga akan bertemu dengan Direktur Jenderal WTO guna membahas isu-isu penting seperti kerja sama perdagangan, ekspansi akses pasar, dan penguatan hubungan dagang antarnegara.

APEC merupakan forum kerja sama ekonomi regional yang terdiri dari 21 ekonomi anggota di kawasan Asia-Pasifik. Forum ini fokus pada penguatan perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi lainnya dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan.

Keanggotaan APEC mencakup Amerika Serikat, Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Chile, Tiongkok, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Papua Nugini, Peru, Filipina, Rusia, Selandia Baru, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Karakteristik kerja sama APEC bersifat nonpolitis, sukarela, dan seluruh keputusan diambil berdasarkan konsensus dan tidak mengikat (non-binding).

Melalui partisipasi aktif dalam APEC MRT 2025, Indonesia menegaskan posisinya sebagai mitra ekonomi yang proaktif dalam membentuk tatanan perdagangan global yang lebih tangguh, adil, dan berkelanjutan.