Ustadz Cepot Pimpin Istighosah, Ruang Introspeksi Pejabat Subang

Ustadz Cepot berpose bersama Sekda Subang Asep Nuroni dan Anggota DPR R.I. Elita Budiati

Subang, tiradar.id – Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang Tahun 2026, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang menggelar kegiatan istighosah dan muhasabah, yang diselenggarakan di Halaman Kantor Bupati Subang, Jum’at (17/4/2026).

Kegiatan istighosah diawali dengan pembacaan doa bersama, serta penyerahan santunan kepada 20 anak yatim piatu yang diserahkan oleh Sekretaris Daerah bersama unsur Forkopimda dan tokoh agama.

Peserta kegiatan istighosah Milangkala Subang ke-78, turut hadir Anggota DPR RI Hj. Elita Budiati

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Subang menyampaikan bahwa istighosah dan muhasabah menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat ikhtiar spiritual dalam membangun daerah.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi ruang bagi kita untuk introspeksi dan memperkuat komitmen dalam membangun Kabupaten Subang,” ungkapnya.

Sekda juga menegaskan bahwa penguatan nilai religiusitas menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga berkarakter.
“Pemerintah Kabupaten Subang berkomitmen menjalankan program pembangunan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Ia mengakui bahwa dalam perjalanan pembangunan masih terdapat berbagai tantangan, termasuk aduan masyarakat terkait pelayanan publik, infrastruktur dan kebutuhan dasar lainnya yang belum sepenuhnya tertangani secara optimal.
“Kami menyadari masih ada kekurangan, dan hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk terus memperbaiki kinerja ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sekda menekankan pentingnya peningkatan kinerja pemerintahan yang lebih cepat, tepat dan responsif dalam melayani masyarakat.
“Ke depan kita dituntut bekerja lebih cepat, lebih tepat, dan lebih responsif,” tegasnya.

Dalam upaya tersebut, Pemerintah Daerah juga mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui penguatan sistem pelayanan publik, termasuk pemanfaatan kanal pengaduan seperti #LaporKangRey.
“Pembangunan yang baik adalah yang mampu mendengar, merespons, dan melibatkan masyarakat secara aktif,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Sekda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dan menjaga persatuan dalam mengawal pembangunan daerah.
“Mari kita jadikan momentum Hari Jadi ke-78 ini sebagai titik tolak untuk bekerja lebih keras, lebih ikhlas, dan lebih nyata dalam berkarya,” pungkasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausyiah yang disampaikan oleh KH. Asep Fudoli, M.Pd atau yang dikenal sebagai Ustadz Cepot.