Bandung, tiradar.id — Kiprah Indonesia di ajang teknologi dunia GITEX Global 2025 di Dubai kembali menarik perhatian. Dalam pertemuan bilateral, Kementerian Digital Polandia menyatakan dukungan terhadap program Smart City Indonesia melalui rencana kerja sama transfer teknologi dan pembiayaan proyek digitalisasi perkotaan.
Dukungan tersebut disampaikan Under Secretary of State Ministry of Digital Affairs Polandia, Rafal Rosinski, dalam pertemuannya dengan Raine Renaldi, Ketua Komite Aset Digital Kadin Indonesia sekaligus Ketua Asosiasi Provider Smart City Indonesia (APSCI).
“Polandia siap bersinergi dengan Indonesia,” ujar Rosinski seperti dikutip Raine di Bandung, Senin (20/10). Raine menambahkan, Polandia sudah menunjukkan minat terhadap proyek Smart City Indonesia sejak Smart City Expo di Osaka, Jepang.
Menurut Raine, kolaborasi ini bukan sekadar proyek teknologi, tetapi bagian dari diplomasi ekonomi dan digital yang memperkuat posisi Indonesia di jaringan ekonomi global. “Ini adalah bentuk nyata diplomasi digital,” ujarnya.
Selain Polandia, Raine juga melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh dunia, termasuk Magan Naido dari World Food Programme (PBB). Dalam pertemuan itu, dibahas potensi kerja sama penyusunan standar data dan logistik digital untuk mendukung program pangan berbasis data.
Namun, agenda pertemuan dengan pejabat Pemerintah Moscow, Rusia, batal karena kendala teknis dan padatnya jadwal forum.
Raine juga menyoroti tantangan pengembangan Smart City di Indonesia, yakni pendanaan jangka panjang dan kesiapan infrastruktur teknologi. “Banyak daerah memiliki visi kota cerdas, tapi terbentur pendanaan dan akses teknologi,” katanya.
ASPCI berencana menindaklanjuti hasil pembicaraan bilateral tersebut, termasuk kerja sama teknis dengan Polandia dan PBB terkait pembiayaan serta integrasi sistem data nasional.
“Smart City bukan hanya soal teknologi kota, tapi tentang bagaimana kita membangun masa depan yang lebih efisien dan manusiawi,” pungkas Raine Renaldi.