Subang, tiradar.id — Beroperasinya Terminal Petikemas di Pelabuhan Patimban menandai babak baru percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Merespons potensi dan lonjakan kebutuhan air bersih di Kawasan Strategis Nasional tersebut, Perumda Air Minum Tirta Rangga Kabupaten Subang (Perumda TRS) mengukuhkan komitmen pasokan infrastruktur vital air bersih melampaui kapasitas distribusi eksisting. 20/07/2026
Kesiapan tersebut ditegaskan dalam kunjungan kerja dan audiensi strategis jajaran Direksi Perumda TRS yang dipimpin oleh Direktur Utama Perumda TRS, Lukman Nurhakim, M.I.Kom., ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan (LLA&UK) KSOP Kelas II Patimban, Hadi S. Arif, S.T., M.Log., untuk memetakan proyeksi kebutuhan air hingga tahun 2045.
Saat ini, Perumda TRS telah menyalurkan air bersih secara berlanjut dengan rata-rata distribusi 2–3 liter per detik (lpd) dari Reservoar Pamanukan menuju ground tank KSOP Patimban berkapasitas 1.800\{m}^3. Guna mengantisipasi peningkatan lalu lintas kapal dan geliat ekonomi di kawasan penunjang, Perumda TRS telah menyiagakan cadangan kapasitas (idle capacity) sebesar 43 lpd yang siap didistribusikan sewaktu-waktu. Tak hanya itu, peninjauan lapangan juga dilakukan untuk memetakan instalasi hydrant air di dek dermaga demi kemudahan pengisian air (tapping) kapal yang bersandar.
Direktur Utama Perumda TRS, Lukman Nurhakim, M.I.Kom., menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan pilar vital dalam keberlangsungan aktivitas Pelabuhan Patimban sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
”Pelabuhan Patimban merupakan kawasan strategis yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Perumda Air Minum Tirta Rangga Subang siap mendukung kebutuhan air bersih secara berkelanjutan melalui kolaborasi yang kuat dengan KSOP dan seluruh stakeholder terkait,” ujar Lukman Nurhakim.
”Kami merespons positif aktivitas petikemas di Pelabuhan Patimban yang sudah mulai beroperasi. Fasilitas hydrant air sudah disediakan di dek dermaga, sehingga kapal yang bersandar tinggal melakukan tapping air dari hydrant tersebut. Untuk jangka panjang, kami berencana melakukan investasi pembangunan Water Treatment Plant (WTP) baru berkapasitas 2 \times 100\text{ lpd} yang dapat di-uprating sesuai dinamika kawasan industri dan back-up area komersial,” tambahnya.
Sinergi berkelanjutan antara Perumda TRS dan KSOP Kelas II Patimban ini diharapkan mampu menjamin kelancaran operasional pelabuhan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mengakselerasi iklim investasi dan perekonomian di Kabupaten Subang dan Indonesia.
Informasi selengkapnya mengenai perkembangan infrastruktur dan berita terkini di Jawa Barat dapat diakses melalui portal berita tiradar.id.

