Banjir di Grobogan Sebabkan 1.200 Penumpang Kereta Batalkan Perjalanan

Sejumlah pekerja memberbaiki jalur rel kereta api km 32+5/7 antara Stasiun Gubug - Karangjati yang tanggul penyangganya amblas tergerus banjir luapan air Sungai Tuntang di Gubug, Kabupaten Grobogan Jawa Tengah, Kamis (23/1/2025). ANTARA FOTO/Aji Styawan/YU/aa.

Semarang, tiradar.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 1.200 penumpang membatalkan perjalanan kereta api akibat terputusnya jalur rel di perlintasan antara Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang dilanda banjir.

“Ada sekitar 1.200 penumpang yang membatalkan keberangkatan. Sebagian dari mereka melakukan penjadwalan ulang perjalanannya,” ujar EVP of Corporate Secretary PT KAI, Raden Agus Dwinanto Budiaji, di Semarang, Kamis (23/1).

Terputusnya jalur kereta api yang menghubungkan relasi Semarang-Surabaya ini mengakibatkan perubahan pola operasional kereta api, di mana beberapa rute harus memutar. Akibatnya, sejumlah perjalanan kereta terpaksa dibatalkan. Selain itu, jarak tempuh yang lebih jauh serta antrean kereta api pada rute yang memutar menyebabkan jadwal kedatangan dan keberangkatan mengalami gangguan.

Raden Agus menyebutkan bahwa perjalanan kereta api di wilayah Daop 4 Semarang rata-rata mengalami keterlambatan hingga dua jam. Untuk mengatasi hal ini, PT KAI memberikan layanan pemulihan kepada penumpang, baik di stasiun maupun di atas kereta, sebagai bentuk kompensasi atas keterlambatan.

PT KAI saat ini berupaya mempercepat perbaikan jalur rel yang tergerus banjir di Kabupaten Grobogan. Perbaikan dilakukan dengan tetap mengutamakan unsur keselamatan bagi operasional kereta api. PT KAI menargetkan jalur yang terputus dapat kembali dilintasi pada Jumat (23/1).

“Percepatan penyelesaian satu lajur rel ini dilakukan agar pola operasional kereta api tidak lagi harus memutar, sehingga waktu tempuh bisa kembali mendekati normal,” jelas Raden Agus.

Di tengah situasi ini, PT KAI tetap mengutamakan kenyamanan dan keselamatan penumpang. Langkah-langkah mitigasi, seperti penjadwalan ulang perjalanan dan pemberian layanan pemulihan, dilakukan untuk meminimalisir dampak gangguan operasional akibat banjir.

Semoga upaya perbaikan ini segera selesai, sehingga pelayanan kereta api di jalur Semarang-Surabaya dapat kembali normal tanpa hambatan.