Subang, tiradar.id – Menjelang perayaan Imlek 2025, kebutuhan masyarakat pada bahan pokok di Kabupaten Subang mengalami peningkatan, terutama untuk komoditas buah dan sembako. Menurut data yang diterima tiradar.id dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang, stabilitas harga sembako tetap menjadi prioritas demi menjaga daya beli masyarakat.
Berdasarkan data yang ditandatangani oleh Bambang Suhendar selaku Dewan Pembina Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), mengungkapkan bahwa harga bahan pokok di Kabupaten Subang menjelang Imlek tetap stabil dan tidak ada perubahan harga yang signifikan sehingga masih dapat dijangkau oleh masyarakat yang merayakan.
Dari pantauan tim kami, stok buah di pasar Kabupaten Subang mencukupi, meskipun curah hujan tinggi akhir-akhir ini. Hal ini diharapkan bisa memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang membutuhkan pasokan buah-buahan segar untuk merayakan Imlek.
Selain buah, kebutuhan pokok seperti beras, cabai, bawang, dan telur turut menjadi perhatian utama masyarakat. Harga telur yang sebelumnya sempat naik kini kembali turun ke harga Rp.27.000 per kilogram sehingga masih terjangkau bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah. Kenaikan yang sempat terjadi sebelumnya dipengaruhi oleh biaya pakan ternak seperti jagung yang semakin mahal.
DKUPP Kabupaten Subang akan terus memantau pergerakan harga di pasar tradisional menjelang Imlek. Pemerintah daerah juga bekerja sama dengan para pedagang untuk memastikan ketersediaan barang dan menghindari spekulasi harga yang dapat merugikan konsumen.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Subang dapat merayakan Imlek dengan tenang tanpa khawatir akan lonjakan harga kebutuhan pokok. Stabilitas harga sembako menjadi wujud nyata perhatian pemerintah dalam mendukung perayaan hari besar keagamaan.[]


