Ragam  

Tanpa Kepadatan, Lempar Jamrah Berlangsung Aman dan Lancar di Mina

Arab Saudi, tiradar.id — Para jamaah haji dari seluruh dunia melanjutkan pelaksanaan ritual lempar jamrah pada hari kedua Tasyrik, Minggu (8/6), di Mina. Ritual tersebut merupakan bagian dari rangkaian ibadah haji yang menandai penolakan Nabi Ibrahim terhadap godaan setan.

Stasiun televisi pemerintah Arab Saudi, Al-Ekhbariya, menyiarkan langsung pelaksanaan ritual lempar jamrah yang berlangsung tertib tanpa adanya kepadatan berarti. Rekaman menunjukkan para jamaah secara teratur melempar kerikil ke tiga tiang jamrah di area Jamarat.

Mayor Jenderal Abdullah Al-Quraish, Kepala Pasukan Keamanan Haji, menyatakan bahwa otoritas Saudi telah menerapkan rencana komprehensif untuk mengatur arus pergerakan jamaah antara Mina dan Masjidil Haram di Mekkah. Pernyataan tersebut dikutip dari Kantor Berita Resmi Saudi (SPA).

Jamaah menghabiskan tiga hari di Mina selama hari-hari Tasyrik yang dimulai Sabtu (7/6) hingga Senin (9/6). Setiap hari, jamaah melempar total 21 kerikil sebagai bagian dari rangkaian ibadah sebelum menyelesaikan seluruh prosesi haji.

Sebelumnya, para jamaah telah melakukan lempar jamrah di Jamarat al-Aqaba pada Jumat (6/6) dan melaksanakan wukuf di Arafah pada Kamis (5/6), yang menjadi puncak ibadah haji.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan jamaah, otoritas Saudi telah melakukan berbagai langkah pengendalian massa di area Jamarat, termasuk pembangunan jembatan bertingkat dan penerapan sistem pergerakan kelompok secara terjadwal. Langkah-langkah ini diambil menyusul insiden desak-desakan yang pernah terjadi di masa lalu.

Musim haji tahun ini berlangsung selama enam hari, dimulai pada Rabu (4/6) dan akan berakhir pada Senin (9/6). Sekitar dua juta jamaah dari berbagai negara mengikuti rangkaian ibadah tersebut.

Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial, setidaknya sekali seumur hidup. Rangkaian ibadah haji menggambarkan nilai-nilai ketundukan, pengorbanan, dan kesatuan umat Islam, serta memperingati ujian keimanan yang dialami oleh Nabi Ibrahim beserta keluarganya.