Jakarta, tiradar.id – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar resmi menutup operasional penyelenggaraan ibadah haji 1446 Hijriah/2025 M di Kantor Kemenag, Jakarta, Senin (14/7). Ia menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan haji tahun ini berjalan sukses, meski menghadapi sejumlah tantangan.
Menag menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas haji yang telah bertugas selama lebih dari 70 hari, serta Presiden Prabowo Subianto atas arahan dan dukungannya sehingga ibadah haji berlangsung lancar.
Fase pemulangan ditutup oleh Kloter 28 Embarkasi Kertajati (KJT-30), sekaligus menandai berakhirnya penerbangan dari Tanah Suci ke Indonesia. Seluruh jamaah telah menyelesaikan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, termasuk yang disafariwukufkan dan dibadalhajikan.
Tercatat 103.806 jamaah tiba di Madinah pada gelombang pertama, dan 99.343 orang tiba di Jeddah pada gelombang kedua. Pada fase pemulangan, 101.339 jamaah pulang melalui Bandara Jeddah dan 101.274 lainnya melalui Bandara Madinah.
Sebanyak 99,29 persen jamaah haji reguler menjalankan haji tamattu, 0,66 persen haji ifrad, dan 0,04 persen haji qiran. Klinik Kesehatan Haji Indonesia juga melakukan safari wukuf bagi 34 jamaah lansia dan disabilitas, serta membadalhajikan 334 jamaah (159 wafat, 175 sakit).
Saat ini, masih ada 40 jamaah dirawat di RS Arab Saudi dan tetap mendapat pendampingan dari Kantor Urusan Haji KJRI Jeddah. Hingga akhir operasional, tercatat 447 jamaah wafat, menurun dari tahun lalu yang mencapai 461 orang.

