Jakarta, tiradar.id – Di balik tampilan berbagai stan yang memamerkan buah jeruk pomelo, pir, jamur, serta aroma teh hitam, kue bulan, dan mi beras pedas, tersembunyi makna mendalam dari sebuah konferensi kekayaan intelektual. Pameran ini merupakan bagian dari Konferensi Kekayaan Intelektual China (China Intellectual Property Conference) ke-13 yang digelar di Beijing pekan lalu.
Indikasi Geografis (GI): Melindungi Kualitas dan Reputasi
Di pusat pameran tersebut, produk-produk yang diusung adalah indikasi geografis (geographical indication/GI). GI adalah jenis kekayaan intelektual yang menandai asal-usul spesifik dari suatu produk, serta kualitas atau reputasi yang terkait dengan lokasi tersebut. Contoh GI yang terkenal termasuk Sampanye dari Prancis dan Kweichow Moutai dari China. GI berfungsi sebagai tanda kualitas yang membedakan produk dari pesaingnya.
Produk GI China: Menarik Perhatian Dunia
Di area ekshibisi GI, produk-produk GI domestik dari China yang berasal dari Guangxi, Guangdong, dan Shaanxi menarik perhatian banyak pengunjung, fotografer, dan vlogger. Menurut data terbaru dari otoritas kekayaan intelektual China, hingga akhir Agustus, negara ini telah menyetujui 2.523 produk GI dan mendaftarkan 7.385 merek dagang GI. Kualitas dan kuantitas produk GI China termasuk yang teratas di dunia.
Jamur Zhashui dan Dampaknya pada Ekonomi Lokal
Salah satu produk yang mencuri perhatian di konferensi adalah Jamur Zhashui, produk khas dari wilayah Zhashui di Provinsi Shaanxi. Jamur ini terkenal akan nilai gizi yang tinggi berkat lingkungan geografis dan kondisi iklim setempat. Pemerintah setempat telah membangun kawasan industri modern dan bekerja sama dengan tim penelitian ilmiah untuk mendorong perkembangan industri jamur ini.
Globalisasi dan Perlindungan GI
Produk GI China juga telah mendapatkan pendaftaran merek dagang di Uni Eropa, menandai keberhasilan mereka dalam memasuki pasar internasional. Hu Wenhui, wakil komisaris Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional China (CNIPA), mengungkapkan bahwa nilai output tahunan langsung GI China telah meningkat secara konsisten sejak 2020. Pada 2023, nilai output langsung GI di China melampaui 961 miliar yuan.
Warisan Budaya dan Inovasi
Sulaman Suzhou dari Zhenhu, Provinsi Jiangsu, adalah contoh GI China yang juga merupakan warisan budaya takbenda dengan usia 2.000 tahun. Melalui lisensi kekayaan intelektual dan kolaborasi dengan produk-produk modern, seperti jam tangan dan video game, sulaman ini kembali mendapatkan popularitas.
Kerja Sama Internasional dalam Perlindungan GI
Selain produk-produk domestik, GI internasional seperti saus ikan Thailand juga mendapat perhatian dalam konferensi ini. China menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam perlindungan GI. Total 110 GI China telah mendapat perlindungan global, sementara 142 produk dari negara-negara seperti Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat telah mendapatkan perlindungan GI di China.
Guo Wen, pejabat senior CNIPA, menegaskan bahwa China akan terus meningkatkan upaya perlindungan GI dengan membangun zona percontohan dan menegakkan hukum yang lebih ketat. China berharap dapat bekerja sama dengan komunitas global untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Pameran ini tidak hanya menampilkan produk berkualitas tinggi, tetapi juga menggambarkan komitmen China dalam melindungi dan mempromosikan kekayaan intelektualnya di tingkat internasional.


