Ragam  

Tathayyur, Budaya Jahiliyah yang Masih Melekat di Masyarakat

Tathayyur budaya kaum jahiliyah. (Foto: Net)

Subang, tiradar.id – Tathayyur adalah menebak apa yang akan terjadi di masa depan dengan perantara burung, atau mengundi nasib berdasarkan gerak-gerik binatang, seperti burung dan lainnya.

Di masa jahiliyah dahulu, jika akan berpergian atau melakukan sesuatu, atau ketika keluar dari rumah, mereka terlebih dahulu memperhatikan binatang yang melintas di hadapan mereka. Binatang yang sering dijadikan pegangan ialah burung.

Jika binatang itu melintas dari arah kiri ke kanan mereka, menurut mereka hal itu pertanda perjalanan dan rencananya akan sukses, maka mereka pun melanjutkan perjalanan dan rencananya. Dan jika binatang tersebut melintas sebaliknya, maka ini pertanda sial akan merintangi mereka, sehingga mereka pun tidak melanjutkan perjalanannya.

Hal ini bertentangan dengan akal sehat, apalagi dengan aqidah Islam. Karena binatang bergerak tanpa pertimbangan akal, dan tidak pula ditugaskan Allah untuk memberitahukan hal-hal yang ghaib kepada manusia.

Melakukan atau meninggalkan sebuah perbuatan karena faktor gerak-gerik binatang sebagai ukuran baik dan buruk adalah perbuatan syirik. Karena telah menggantungkan harapan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Perbuatan itu hanyalah prasangka yang dibisikan setan untuk menjerumuskan manusia ke lembah kesyirikan dan perbuatan tersebut dilarang dalam ajaran Islam.

Rasululllah Shallallahu alaihi wasallam bersabda;

الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ وَمَا مِنَّا إِلَّا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ

“Mempercayai gerak-gerik burung adalah syirik, mempercayai gerak-gerik burung adalah syirik (beliau mengulanginya dua kali), tiada di antara kita kecuali (pernah terlintas dalam ingatannya), tetapi Allah menghilangkan perasaan itu dengan bertawakkal kepada Allah”. (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi)

Dalam hadits ini disebutkan, perasaan pesimis yang timbul dengan mendasarkan pada gerak-gerik burung merupakan sikap keraguan belaka. Cara untuk menghilangkan perasaan tersebut, ialah dengan bertawakkal kepada Allah.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam lebih senang kepada sikap optimis dari sikap pesimis. Karena Allah tidak menjadikan gerak-gerik binatang atau burung sebagai dalil dan tanda-tanda untuk mengetahui hal-hal yang akan terjadi.(*)