Basarnas Kirim Delapan Penyelam untuk Bantu Pencarian Korban Banjir Bandang di Bengkulu

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Medan Budiono mengatakan, Basarnas Pusat mengirim delapan penyelam dari Basarnas Provinsi Bengkulu untuk membantu operasi pencarian korban pascabanjir bandang dan longsor di Humbang Husundutan, Sumatera Utara. ANTARA/HO-Dok Basarnas Medan/pri.

Jakarta, tiradar.id – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Medan, Budiono, mengumumkan bahwa Basarnas Pusat telah mengirim delapan penyelam dari Basarnas Provinsi Bengkulu untuk membantu operasi pencarian korban pasca banjir bandang dan longsor di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Menurut Budiono, Basarnas Pusat telah memerintahkan delapan penyelam personel Basarnas Bengkulu untuk turun ke lokasi guna memberikan dukungan dalam pencarian korban pasca bencana alam tersebut. Operasi ini difokuskan di area perairan Danau Toba, dengan memaksimalkan penyisiran di permukaan menggunakan peralatan seperti LCR dan RIB yang dilengkapi dengan Aqua Eyes.

“Delapan orang penyelam dengan kualifikasi yang memadai telah diterjunkan, dan pencarian pada hari keduabelas ini akan difokuskan pada area perairan Danau Toba, dengan penyisiran di permukaan menggunakan LCR dan RIB yang dilengkapi Aqua Eyes, serta penyelaman,” jelas Budiono.

Upaya pencarian korban bencana alam di Desa Silmagulampe telah diperpanjang selama tiga hari setelah sebelumnya dilakukan selama tujuh hari operasi pencarian. Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi dari semua pihak yang terlibat, termasuk keluarga korban dan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan.

“Pencarian diperpanjang selama tiga hari ke depan terhitung mulai hari ini berdasarkan permintaan dari keluarga korban dan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan,” tambahnya.

Budiono menekankan bahwa masih ada 10 korban bencana alam di Desa Silmagulampe yang belum ditemukan, dan perpanjangan masa pencarian dilakukan untuk memberikan peluang terbaik dalam menemukan mereka.

Operasi pencarian dilakukan dalam tiga sektor yang melibatkan petugas Basarnas Special Group (BSG) dalam penyisiran di perairan Danau Toba, pemindahan material sisa banjir bandang, dan pencarian di antara reruntuhan rumah penduduk serta area terdampak lainnya. Keberhasilan operasi ini diharapkan dapat membantu mengatasi dampak bencana alam yang melanda Humbang Hasundutan.

Sumber: ANTARANews