Insiden Jatuhnya Kanopi di Stasiun Yogyakarta Akibat Cuaca Ekstrem

Para petugas Daop 6 bekerja sama dengan Basarnas setempat tengah melakukan evakuasi terhadap mobil yang terjebak runtuhan kanopi di kawasan Stasiun Yogyakarta, Kamis (4/1/2023) (ANTARA/HO/Daop 6 Yogyakarta)

Jakarta, tiradar.id – Stasiun Yogyakarta menjadi saksi dari insiden yang tidak terduga pada Kamis lalu, ketika kanopi drop zone di sisi selatan stasiun tersebut roboh akibat hujan lebat dan angin kencang.

Lima unit mobil yang parkir di area tersebut mengalami nasib yang tidak menguntungkan, tertimpa reruntuhan kanopi tersebut.

Krisbiyantoro, Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, menyampaikan bahwa kanopi tersebut jatuh karena tiang-tiang penyangganya yang terbuat dari pipa besi mengalami bengkok dan patah akibat hujan deras dan angin kencang. “Mobil pelanggan yang terparkir di bawah kanopi mengalami kerusakan ringan,” tambahnya.

Petugas Daop 6 dan tim Basarnas setempat segera bergerak untuk melakukan evakuasi terhadap mobil yang terjebak di bawah reruntuhan kanopi. Pemilik kendaraan yang terdampak telah diantarkan ke tempat yang aman.

Dalam keterangannya, Krisbiyantoro memastikan bahwa KAI Group akan bertanggung jawab penuh atas seluruh kerusakan yang dialami oleh pelanggan.

Meskipun insiden ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan Stasiun Yogyakarta, Krisbiyantoro menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam kejadian tersebut. Lebih lanjut, perjalanan kereta api (KA) di Stasiun Yogyakarta tidak terganggu.

Sebelum kejadian ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta telah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Peringatan tersebut mencakup hujan sedang hingga lebat, disertai kilat atau petir, dan angin kencang selama sepekan ke depan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Krisbiyantoro, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh seluruh pelanggan Stasiun Yogyakarta. Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, perhatian ekstra terhadap kondisi struktur bangunan dan keamanan kendaraan menjadi hal yang krusial untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Sumber: ANTARA