Ragam  

Kepadatan Arus Mudik Lebaran 2024 Diprediksi Melampaui Tahun Sebelumnya

Rekayasa lalu lintas satu arah atau one way di Km 72 Cikampek (Jalan Tol Cipali) hingga Km 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang akan terus dilanjutkan pada hari pertama cuti bersama Lebaran, Rabu (19/4/2023). (Dok Jasa Marga)

Jakarta, tiradar.id – Departemen Perhubungan (Kemenhub) telah mengungkapkan proyeksi kondisi arus mudik tahun ini, yang diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 190 juta pemudik. Kepadatan lalu lintas pada puncak arus mudik Lebaran 2024 diperkirakan akan melampaui tahun-tahun sebelumnya.

Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, menyampaikan bahwa pergerakan pemudik diperkirakan akan terjadi mulai dari H-7 atau Rabu (3/4) hingga H-2 (8/4) menjelang Hari Raya Lebaran.

“Dari hasil riset kami, pergerakan masyarakat akan dimulai dari H-7 hingga mencapai puncaknya di H-2,” ujar Adita pada Jumat (29/3/2024).

Meskipun pemudik sudah mulai bergerak sejak H-7, namun diprediksi bahwa lalu lintas pada puncak arus mudik akan tetap padat.

“Secara jumlah, kemungkinan akan lebih padat (dibanding tahun lalu), karena minat untuk bepergian tahun ini juga meningkat sebesar 50% dibandingkan tahun sebelumnya,” tambahnya.

Antisipasi di Tol Cipali

Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) menjadi titik rawan kemacetan pada jalur mudik Lebaran 2024. Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sana, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah mengungkapkan strategi penanganannya.

“Cipali menjadi titik fokus, ini sudah kita antisipasi,” ucap Budi kepada wartawan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Jumat (29/3).

Dalam rapat, Budi menjelaskan bahwa secara teknis, parameter yang bisa dipertanggungjawabkan adalah rasio V/C, yaitu perbandingan antara volume kendaraan dengan kapasitas jalan. Rasio V/C tidak boleh melebihi 0,7.

“Oleh karena itu, dalam rapat yang kita lakukan, kita menghitung secara teknis bahwa parameter yang dapat dipertanggungjawabkan adalah rasio V/C, yang tidak boleh melebihi 0,7. Artinya, volume kendaraan dibandingkan kapasitas jalan tidak boleh melebihi 0,7,” jelasnya.

Untuk mencegah lonjakan kendaraan di Tol Cipali, Kemenhub telah merekomendasikan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia Lalu Lintas (Kakorlantas) untuk menerapkan sistem kontra arah (contraflow) atau sistem satu arah (one way). Selain itu, juga dipertimbangkan kemungkinan penerapan kebijakan ganjil genap (gage) di Tol Cipali.

Dengan strategi antisipatif ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan kelancaran arus mudik Lebaran 2024, sehingga pemudik dapat sampai ke tujuan dengan lebih aman dan nyaman.