Purwakarta, tiradar.id – Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BPVMBG) menyebut bencana longsor yang terjadi di Gunung Anaga Desa Cisarua dan Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta statusnya naik dari siaga darurat menjadi tanggap darurat.
Karena itu, jajaran Pemkab Purwakarta akan terus mengupayakan serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsian dan pemulihan sarana prasarana.
Penjabat Bupati Purwakarta, Benni Irwan mengimbau agar warga Purwakarta yang terdampak bencana agar tidak kembali dulu ke rumah yang terkena dampak.
“Kita juga mendapatkan pemaparan BPVMBG. Dalam paparan tersebut diurai tentang kondisi sekarang dan potensi kondisi di wilayah itu dan longsor di wilayah yang lain,” kata Benni Irwan.
Benni Irwan juga menambahkan jika intensitas hujan tinggi atau sama dengan hujan yang terjadi di tanggal 4 Januari lalu maka akan potensi terjadi longsor susulan terutama di wilayah yang longsor saat ini yaitu di sekitar Desa Sukamulya, ada di zona kuning.
Jika hujannya kuat diperkirakan akan terjadi longsor susulan yang kemungkinan potensinya lebih besar dampaknya daripada yang sekarang.
“Sementara untuk di Pasir Muncang berdasarkan observasi yang dilakukan, jika hujannya besar intensitasnya atau sama seperti dengan hujan yang lalu, di Pasir Muncang itu juga akan potensi longsor baru,” ujar Benni.
Ia menyampaikan rekomendasi untuk masyarakat setempat. Pertama agar semua pihak meningkatkan kewaspadaan, hal tersebut disampaikan kepada Kades, Camat dan perwakilan masyarakat agar selalu saling mengingatkan.(*)