Hasil Survery: 75 Persen Masyarakat Indonesia Puas dengan Kinerja Presiden Jokowi

Jakarta, tiradar.id – Lembaga survei Indikator Politik merilis hasil survei terbaru yang mencatat sekitar 75 persen masyarakat Indonesia merasa puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo menjelang akhir masa jabatannya. Survei ini dilakukan pada 22 hingga 29 September 2024 dan melibatkan 1.200 responden dari berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa dalam survei ini, responden diberikan pertanyaan mengenai tingkat kepuasan mereka terhadap kinerja Presiden Jokowi.

Sebanyak 75 persen responden menyatakan puas, dengan rincian 15,04 persen sangat puas dan 59,92 persen cukup puas. Sementara itu, 20,21 persen masyarakat merasa kurang puas, dan 4,23 persen tidak puas sama sekali. Sebanyak 0,60 persen responden tidak memberikan jawaban.

Hasil ini dipaparkan dalam acara Rilis Temuan Survei Nasional: Evaluasi Publik Terhadap 10 Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo, yang disampaikan secara daring pada Jumat, 4 Oktober 2024.

Tren Penurunan Kepuasan

Survei ini juga menunjukkan tren penurunan kepuasan masyarakat terhadap Presiden Jokowi. Pada Juli 2024, tingkat kepuasan berada di angka 82 persen, sementara pada September 2024 turun menjadi 75 persen. Menurut Burhanuddin, penurunan ini terjadi karena beberapa faktor, termasuk inflasi yang meningkat.

Survei ini juga membandingkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Jokowi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam 10 tahun masa jabatan masing-masing.

Pada Oktober 2014, saat Jokowi baru menjabat, tingkat kepuasan berada di angka 64 persen, yang kemudian meningkat pada bulan Januari 2015 meskipun tidak sebesar peningkatan pada masa awal kepemimpinan SBY.

Evaluasi Kondisi Ekonomi, Politik, dan Penegakan Hukum

Survei ini juga mencakup evaluasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum di Indonesia. Berikut adalah hasil survei terkait:

1. Kondisi Ekonomi

    • Sangat baik: 1,1 persen
    • Baik: 28,5 persen
    • Sedang: 44,8 persen
    • Buruk: 22,1 persen
    • Sangat buruk: 2,8 persen
    • Tidak tahu: 0,7 persen

    2. Kondisi Politik

      • Sangat baik: 2,1 persen
      • Baik: 30,6 persen
      • Sedang: 43,4 persen
      • Buruk: 16 persen
      • Sangat buruk: 2,5 persen
      • Tidak tahu: 5,5 persen

      3. Kondisi Penegakan Hukum

        • Sangat baik: 2,5 persen
        • Baik: 39,3 persen
        • Sedang: 33,7 persen
        • Buruk: 19,9 persen
        • Sangat buruk: 2,9 persen
        • Tidak tahu: 1,6 persen

        4. Kondisi Ekonomi Nasional Dibanding Tahun Lalu

          • Jauh buruk: 2,7 persen
          • Lebih buruk: 22,8 persen
          • Tidak ada perubahan: 39,5 persen
          • Lebih baik: 31 persen
          • Jauh lebih baik: 2,7 persen
          • Tidak tahu: 1,2 persen

          Metodologi Survei

          Survei ini menggunakan metode pengambilan sampel bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error sekitar 2,3 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Survei dilakukan di 11 provinsi terbesar di Indonesia, dengan jumlah responden tambahan dari masing-masing wilayah, termasuk Sumatera Utara, Riau, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan.

          Hasil survei ini memberikan gambaran mengenai bagaimana masyarakat menilai kinerja pemerintah dalam beberapa aspek penting, menjelang berakhirnya masa jabatan Presiden Jokowi.