Ragam  

Pentingnya Pemeriksaan Rutin untuk Deteksi Kista pada Perempuan

Ilustrasi -- Pasien perempuan berkonsultasi dengan dokter. ANTARA/Pexels/MART PRODUCTION.

Jakarta, tiradar.id – Kista, kantong jaringan yang berisi cairan atau zat lain, adalah kondisi yang umum ditemukan pada perempuan, terutama yang berusia antara 20 hingga 30 tahun. Hal ini disampaikan oleh dr. Ivander Utama, F.MAS, SpOG, MSc, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari RSIA Bunda Jakarta. Menurutnya, penting bagi perempuan untuk melakukan pemeriksaan organ kandungan secara rutin, layaknya pemeriksaan gigi yang dilakukan secara berkala.

Sebagian besar kista tidak menimbulkan gejala, sehingga seringkali baru terdeteksi saat pemeriksaan kesehatan dilakukan. Pemeriksaan USG menjadi salah satu metode utama untuk menemukan kista, baik dalam pemeriksaan kesehatan rutin, pemeriksaan pra-nikah, pemeriksaan kehamilan, maupun pemeriksaan organ reproduksi. Kista dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti kista ovarium, kista payudara, kista epidermoid, kista ganglion, kista dermoid, dan kista ginjal.

Faktor-faktor yang dapat memicu munculnya kista antara lain genetik, infeksi, inflamasi kronis, cacat pada sel, penyumbatan saluran tubuh, hingga parasit. Meski begitu, dr. Ivander menegaskan bahwa tidak ada makanan atau minuman yang secara langsung dapat menyebabkan kista. Ia justru menekankan pentingnya menerapkan pola hidup sehat dan pola makan bergizi seimbang untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Mengenai anggapan bahwa kemalasan mengganti celana dalam dapat menyebabkan kista, dr. Ivander menjelaskan bahwa hal tersebut hanyalah mitos. Gejala kista umumnya berupa benjolan yang bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh, seperti wajah, leher, dada, punggung, kulit kepala, telapak tangan, dan telapak kaki. Namun, kista yang tumbuh di dalam tubuh, seperti pada ovarium, tidak dapat terlihat secara langsung.

Meskipun demikian, perut buncit bukanlah tanda dari kista ovarium, yang sering disalahartikan sebagai gejala dari kondisi tersebut. Perut buncit bisa juga disebabkan oleh mioma uteri, obesitas, atau kehamilan. Penanganan kista sangat bergantung pada jenis dan keluhan yang dirasakan pasien. Kista fungsional misalnya, biasanya hanya membutuhkan observasi karena bisa hilang dengan sendirinya pada siklus haid berikutnya. Sementara itu, kista endometriosis, yang sering menyebabkan nyeri saat haid, mungkin memerlukan tindakan operasi apabila keluhan sangat berat.

Dr. Ivander mengingatkan perempuan, terutama yang aktif secara seksual, untuk rutin melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan dan menjalani pemeriksaan USG setahun sekali. Hal ini penting untuk mendeteksi dini masalah kesehatan reproduksi dan mencegah dampak yang lebih serius di kemudian hari.