Hambalang, tiradar.id – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu. Rapat ini membahas percepatan hilirisasi serta menelaah proyek-proyek yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya memprioritaskan proyek hilirisasi yang memberikan efek berganda (multiplier effect) terbesar. Fokus utama pemerintah adalah proyek yang berkontribusi dalam peningkatan jumlah lapangan pekerjaan.
“Kami menganalisis seluruh proyek dan menetapkan prioritas pada yang memiliki dampak positif terbesar, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja. Itu menjadi salah satu parameter utama dalam penilaian kami,” jelas Rosan dalam keterangan resmi yang disampaikan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu.
Pemerintah telah menginventarisasi sejumlah proyek hilirisasi di berbagai sektor, termasuk mineral, batubara, akuakultur, pertanian, dan perkebunan. Analisis mendalam dilakukan untuk memastikan proyek-proyek ini mampu memberikan manfaat optimal bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat secara luas.
Selain itu, Rosan menambahkan bahwa proyek hilirisasi juga dinilai berdasarkan kontribusinya dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor, meningkatkan ekspor, serta memperkuat daya saing industri nasional. Presiden Prabowo juga mengarahkan agar hilirisasi tidak hanya berhenti di tahap awal, tetapi menjadi pintu masuk bagi proses industrialisasi yang lebih luas.
Dalam ratas tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pelibatan masyarakat, termasuk petani tambak dan petani perkebunan, agar mereka turut merasakan manfaat dari proses hilirisasi ini. “Industrialisasi harus melibatkan para petani dan masyarakat sekitar sehingga dapat meningkatkan perekonomian secara merata,” tambah Rosan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa rapat ini juga membahas implementasi 21 proyek hilirisasi prioritas yang telah diputuskan oleh Presiden. Prabowo menegaskan bahwa proyek-proyek tersebut harus mengutamakan serapan tenaga kerja, mengombinasikan teknologi dengan padat karya, serta mendukung industri substitusi impor.
“Presiden mengarahkan agar implementasi proyek hilirisasi harus dilakukan secara profesional dengan nilai ekonomi yang tinggi,” ujar Bahlil.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya pemerataan investasi hilirisasi di seluruh Indonesia, agar tidak hanya terpusat di satu wilayah tertentu. Dengan demikian, penyebaran ekonomi dapat lebih merata dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di berbagai daerah.
Rapat terbatas ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiyono, CEO Danantara Rosan Roeslani, CIO Danantara Pandu Sjahrir, serta COO Danantara Dony Oskaria. Turut hadir juga Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.
Dengan langkah strategis ini, pemerintah berharap hilirisasi dapat menjadi pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

