Harga Sembako Mulai Turun,DKUPP Subang Getol Pantau Pasar

Poto dihasilkan AI

Subang, tiradar.id – Pemantauan harga rata-rata sejumlah bahan pokok dan barang kebutuhan penting di Pasar Baru Subang per Selasa, 9 Juni 2026 menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Sebagian besar komoditas tidak mengalami perubahan harga signifikan dibandingkan hari sebelumnya, meski sejumlah item tercatat mengalami penurunan.

Data yang dirilis Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang mencatat pergerakan harga yang beragam. Di sektor bahan pokok, beberapa komoditas mengalami penurunan harga.

Sementara itu, kebutuhan pokok utama seperti beras berada di kisaran harga Rp14.900 per kilogram dengan kondisi yang tidak berubah. Untuk kebutuhan rumah tangga lainnya, gula pasir tercatat dijual rata-rata Rp18.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp15.700 per liter, dan minyak goreng kemasan Rp22.000 per liter.

Harga bawang putih berada di angka Rp30.000 per kilogram, sedangkan bawang merah menyentuh Rp50.000 per kilogram. Harga cabai rawit tercatat Rp43.000 per kilogram dan cabai merah besar Rp27.000 per kilogram. Sementara itu, daging ayam ras dijual rata-rata Rp43.900 per ekor dan daging sapi di kisaran Rp140.000 per kilogram.

Di sisi lain, harga bahan bangunan juga tercatat stabil. Semen Tiga Roda dijual Rp62.000 per zak (40 kg), Semen Holcim/Dynamix Rp60.000 per zak. Besi beton ukuran 6 mm dibanderol Rp35.000 per batang, 10 mm Rp70.000, dan 12 mm Rp100.000 per batang. Triplek dihargai Rp50.000 per lembar, kayu balok Rp60.000 per batang, dan kayu papan Rp20.000 per lembar.

Harga pupuk juga terpantau tidak berubah. Pupuk subsidi urea dijual Rp2.250 per kilogram dan NPK Phonska Rp5.000 per kilogram. Sedangkan pupuk non-subsidi NPK mencapai Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, gas elpiji ukuran 3 kilogram tetap di harga Rp19.000.

Untuk komoditas bernilai tinggi, harga emas logam mulia 24 karat tercatat Rp2.000.000 per gram, 23 karat Rp1.700.000 per gram, dan 22 karat Rp1.500.000 per gram.

Data ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam merencanakan kebutuhan sehari-hari maupun usaha di wilayah Kabupaten Subang.***