Wahsington, tiradar.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin mengumumkan bahwa Iran dan Israel telah sepakat untuk memberlakukan gencatan senjata penuh guna mengakhiri konflik bersenjata yang berlangsung selama 12 hari antara kedua negara.
“SELAMAT UNTUK SEMUANYA! Telah disepakati secara penuh oleh dan antara Israel dan Iran bahwa akan dilakukan GENCATAN SENJATA Penuh… Perang akan dianggap BERAKHIR!” tulis Trump di platform Truth Social. Ia menyebut bahwa gencatan senjata akan dimulai dalam enam jam setelah pernyataan tersebut.
Trump menjelaskan bahwa Iran akan memulai gencatan senjata terlebih dahulu, kemudian disusul Israel 12 jam setelahnya. Dalam waktu 24 jam, dunia disebutnya akan menyaksikan berakhirnya secara resmi perang yang berlangsung sejak pertengahan Juni lalu.
Ketegangan memuncak sejak Israel meluncurkan serangan rudal besar-besaran terhadap Iran pada 13 Juni, dengan tuduhan bahwa Teheran mengembangkan program nuklir militer rahasia. Iran membalas lewat Operasi “True Promise III” dengan menghantam sejumlah target di Israel.
Situasi kian memanas setelah Amerika Serikat ikut menyerang tiga fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni, yang memicu respons Iran dengan meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Qatar. Meski demikian, Iran dan sejumlah badan internasional, termasuk IAEA, menegaskan bahwa tidak ditemukan bukti adanya program senjata nuklir aktif di Iran.
Menutup pernyataannya, Trump memuji kedua pihak karena memiliki “stamina, keberanian, dan kecerdasan” untuk mengakhiri perang. Ia menambahkan, “Tuhan berkati Israel, Tuhan berkati Iran, Tuhan berkati Timur Tengah, Tuhan berkati Amerika Serikat, dan TUHAN BERKATI DUNIA!”