
Subang, tiradar.id – Irwan Yustiarta yang dijuluki Mr. Jujur menghadiri agenda Sosialisasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan yang digelar oleh Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Barat, Bayu Satya Prawira (BSP), di Saung Lebe, Kolam Pemancingan Ciheuleut, Pasirkareumbi, Subang, Senin (20/4/2026).
Dalam forum tersebut, Mr. Jujur merespons positif berbagai kritik yang selama ini disampaikan BSP terhadap Pemerintah Kabupaten Subang, khususnya terkait kebijakan Bupati.
Menurutnya, perbedaan pandangan dalam ruang publik merupakan bagian dari dinamika politik yang sehat dan produktif.
“Demi Allah, saya bahagia karena yang mengkritik menjalankan fungsinya sebagai anggota dewan. Kritik itu jangan dinilai sebagai kebencian. Daripada ruang demokrasi tertutup dan berujung fitnah, lebih baik kritik disampaikan secara proporsional, selama tidak masuk ke ruang privat,” ujar Irwan.
Sementara itu, BSP menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya merupakan bagian dari fungsi pengawasan sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, sekaligus bentuk tanggung jawab terhadap kemajuan Kabupaten Subang.
Ia menyoroti pesatnya pertumbuhan Subang yang kini menjadi magnet investasi, sehingga memunculkan perdebatan mengenai arah pembangunan daerah.
“Subang sedang bertumbuh sangat pesat dan menjadi daya tarik investor. Pertanyaannya, apakah Subang akan tetap mempertahankan karakter agrarisnya atau bertransformasi menjadi wilayah industri? Perbedaan pandangan ini harus menjadi energi positif dan berujung pada sinergi semua pihak,” tegas BSP.
Dalam suasana diskusi yang hangat, Irwan juga mengapresiasi BSP sebagai representasi anak muda yang dinilainya memiliki potensi sebagai pemimpin masa depan.
Ia mengungkapkan bahwa secara personal, hubungan BSP dengan Reynaldi terjalin baik dan komunikatif. Namun demikian, dalam ruang publik keduanya kerap terlibat dialektika dan perbedaan pandangan.
“Sinergi itu bukan berarti menjadi tukang stempel. Sinergi justru membutuhkan dinamika, bukan sekadar ‘asal bapak senang’, selama tidak menyentuh ranah privat,” pungkasnya.
Pertemuan ini mencerminkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan dalam membangun arah masa depan Subang yang lebih matang, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Editor: Darma Esa Santosa