Purwakarta, tiradar.id — Ribuan warga tumpah ruah memadati jantung Kota Purwakarta pada Minggu malam (20/7), menyaksikan kemeriahan Festival Budaya Nusantara yang digelar dalam rangka puncak perayaan Hari Jadi ke-194 Kota dan ke-57 Kabupaten Purwakarta. Gelaran akbar ini berlangsung meriah di sepanjang Jalan Veteran hingga Jalan Jenderal Sudirman, menyulap pusat kota menjadi panggung besar kebudayaan.
Festival ini bukan hanya menjadi ajang hiburan tahunan, namun juga bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam merawat kekayaan budaya bangsa. Melalui festival ini, tradisi dan seni leluhur kembali dihadirkan ke tengah masyarakat sebagai sarana edukasi sekaligus hiburan lintas generasi.
Puncak acara dimulai dengan pawai budaya yang mengambil rute dari Parapatan Enggrang (depan Kampus UPI) menuju Pertigaan BTN. Sorotan utama tertuju pada kehadiran Bupati Purwakarta H. Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, menaiki kereta kencana bersama Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda yang menunggang kuda. Pemandangan ini sontak mengundang decak kagum warga.
“Festival ini adalah milik semua. Tak hanya menampilkan seni budaya dari luar daerah, setiap kecamatan di Purwakarta juga turut ambil bagian dengan menghadirkan kelompok seni masing-masing,” ujar Bupati Om Zein dalam sambutannya.
Beragam seni pertunjukan tradisional dari seluruh penjuru nusantara memeriahkan festival malam itu. Mulai dari Ogoh-ogoh asal Bali, Reog Ponorogo dari Jawa Timur, hingga Sisingaan khas Subang tampil memikat dan berhasil menyita perhatian publik. Tak ketinggalan, kesenian khas Jawa Barat turut hadir seperti Badud (Pangandaran), Bebegig (Ciamis), Benjang (Bandung), Topeng (Bekasi), serta Nyi Pohaci dan Kokoprak Genye yang menjadi representasi budaya lokal Purwakarta.
Pertunjukan makin semarak dengan latar indah semburan air mancur Sri Baduga di Situ Buleud, menciptakan atmosfer magis di tengah keramaian warga yang larut dalam kegembiraan. Deretan stan kuliner Nusantara turut meramaikan acara, menyajikan aneka makanan tradisional seperti sate, bakso, hingga jajanan pasar yang menggugah selera.
Partisipasi aktif dari seluruh kecamatan di Kabupaten Purwakarta menjadikan festival ini sebagai ajang kolektif yang mempererat ikatan sosial dan budaya antarwarga. Selain menjadi wadah ekspresi seni, festival ini juga didorong untuk menjadi agenda wisata tahunan unggulan, guna mendongkrak sektor ekonomi kreatif lokal dan memperpanjang masa kunjungan wisatawan di Purwakarta.
Festival Budaya Nusantara bukan hanya pesta rakyat biasa, tetapi juga selebrasi kebhinekaan Indonesia yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Sebuah penghormatan terhadap warisan budaya, yang memperkaya identitas bangsa sekaligus mengokohkan semangat persatuan.
Laporan: Riyan Kurnia | Editor: Tedi Putra
