
Subang, tiradar.id- Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono menegaskan, PDI Perjuangan Kabupaten Subang harus kembali menjadi kandang banteng, harus mengamankan kursi Ketua DPRD, bahkan harus kembali merebut jabatan eksekutif.
Penegasan tersebut disampaikan Ono setelah menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Subang, di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang, jalan KS. Tubun, Selasa (28-4-2026).
“Pada pemilu lalu kehilangan satu kursi dan kalah. Maka, di pemilu tahun 2029, kita tadi sudah membuat komitmen bersama untuk kita rebut kembali kemenangan di Kabupaten Subang, bukan hanya legislatif, tapi juga termasuk untuk eksekutifnya,” tegasnya.

Mantan Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari membacakan komposisi kepengurusan DPC PDIP Subang Masa Bakti 2025-2030 di hadapan Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono serta ratusan pengurus dan kader PDIP Subang yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Surat Keputusan diteken langsung oleh Megawati dan Hasto, dengan komposisi H. A. Kosim ditetapkan sebagai Ketua DPC PDIP Subang, H. Adik sebagai Sekretaris dan Irman Rahayu sebagai Bendahara.
Menurut Ono, agenda tersebut bukan sekedar pengumuman kepengurusan, tetapi juga penyerahan SK resmi hasil Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar pada 21 Desember 2025.
“Bukan hanya pengumuman tapi penyerahan SK. Surat keputusan tentang DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang yang dihasilkan dari konfercab tanggal 21 Desember 2025,” ujar Ono Surono.
Ia menyebut momentum tersebut menjadi langkah penting agar kepengurusan baru segera bergerak melakukan konsolidasi hingga tingkat bawah.
“Tentunya menjadi sebuah momen yang penting untuk DPC bergerak ke bawah memastikan terbentuknya PAC, ranting dan anak ranting PDI Perjuangan se-Kabupaten Subang,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ono menekankan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, kemenangan politik harus berangkat dari penyelesaian persoalan masyarakat.
“Intinya, menang itu kuncinya gampang. Kata Ibu Mega, jangan bicara merebut kekuasaan, tapi bicara bagaimana menyelesaikan persoalan rakyat! Maka, apabila persoalan rakyat itu selesai maka kemenangan itu sebagai bonus,” tegasnya.
Editor: Darma Esa Santosa