Bisnis  

Bisa Hemat Pengeluaran, UKM Berlaba Rp20 Juta Disarankan Gunakan Tenaga IT Lepas

Ryan Gondokusumo, CEO Sribu.com. ANTARA/HO/sribu.com

Jakarta, tiradar.id – Usaha kecil menengah yang meraup laba sekitar Rp10 juta hingga Rp20 juta per bulan dianjurkan untuk memanfaatkan tenaga ahli dalam bidang teknologi informasi (TI) yang bekerja secara fleksibel atau paruh waktu (freelancer). Hal ini bertujuan untuk mengurangi pengeluaran dan fokus pada pengembangan bisnis.

Apabila bisnis telah mengalami pertumbuhan dan mencapai tahap yang lebih tinggi, seperti rencana ekspansi, pembukaan cabang baru, atau penjangkauan pelanggan yang lebih luas, UKM bisa mulai mempertimbangkan perekrutan karyawan penuh waktu. Demikian dikatakan oleh Ryan Gondokusumo, CEO Sribu.com, sebuah platform freelancer yang telah melayani 30.000 UKM selama 11 tahun terakhir, dikutip dari laman ANTARANews.com, Sabtu (19/8/2023).

Dengan demikian, menurut Ryan, Sribu.com juga menyediakan opsi untuk mengontrak freelancer menjadi karyawan penuh waktu di bidang IT, seperti pengembang situs web dan pembuat aplikasi/program. Ke depannya, akan ada lebih banyak opsi perekrutan langsung freelancer di berbagai bidang oleh UKM.

Bagi UKM yang baru berdiri atau sedang dalam fase pertumbuhan, disarankan untuk menggunakan jasa freelancer sebagai cara efektif untuk mengelola biaya dan mendorong perkembangan bisnis.

Ryan menyatakan bahwa Sribu.com hadir sebagai solusi untuk kekhawatiran dalam mencari freelancer berkualitas, melalui platform yang menyediakan freelancer yang telah disaring secara selektif.

Selain dalam bidang TI, berdasarkan pengalaman Sribu.com, beberapa kebutuhan klien mencakup aspek-aspek seperti branding, kemasan, logo, fotografi makanan, minuman, penginputan data, unggahan konten, dan manajemen media sosial.

Menurut Ryan, hal terpenting bagi UKM ketika menggunakan jasa freelancer adalah memberikan instruksi yang jelas agar hasil kerja sesuai dengan harapan.

Dalam menentukan freelancer yang sesuai dengan kebutuhan, UKM yang menggunakan layanan Sribu.com dapat memilih kategori dan subkategori yang cocok. Dengan cara ini, pilihan freelancer untuk klien menjadi lebih terfilter dan sesuai dengan kebutuhan.

Melalui berbagai pilihan layanan tersebut, klien Sribu.com mengungkapkan bahwa mereka dapat dengan cepat dan mudah mendapatkan freelancer yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, berbagai paket layanan telah disesuaikan sehingga memudahkan dalam menetapkan lingkup kerja yang rinci (SOW), informasi singkat, dan harapan, untuk mencapai hasil akhir yang optimal.

Salah satu tantangan dan peluang bagi perkembangan UKM di masa mendatang adalah penerapan kecerdasan buatan (AI) generatif dalam operasional bisnis. Menurut penelitian dari McKinsey, penggunaan alat Generative AI dapat meningkatkan produktivitas sebuah divisi dalam organisasi hingga 35 hingga 55 persen.

Ryan Gondokusumo menambahkan bahwa keberadaan alat Generative AI tidak berarti bahwa proses bisnis akan menjadi sepenuhnya otomatis. Hal ini karena teknologi Generative AI berdasarkan pada satu sumber campuran, berbeda dengan kreativitas manusia yang unik. Misalnya, dalam hal desain logo dan strategi pemasaran yang masih memerlukan sentuhan manusia.

“Oleh karena itu, kebutuhan akan bakat manusia akan selalu ada. UKM dapat tetap terhubung dengan pelanggan secara kreatif melalui desain yang dibuat oleh bakat berkualitas. AI di sini berperan untuk mempermudah pekerjaan manusia, bukan menggantikannya,” ungkapnya.(*)

Berita ini sudah dimuat di ANTARANews.com dengan judul UKM berlaba Rp20 jutaan sebulan disarankan gunakan tenaga TI lepas