Jakarta, tiradar.id – Pesepak bola muda berbakat Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan, mencurahkan isi hatinya terkait perpisahannya dengan Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan yang telah menjadi mentor sekaligus sosok penting dalam kariernya. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @marselinoferdinan10, Marselino mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam terhadap Shin Tae-yong, yang disebut-sebut sebagai sosok ayah bagi pemain berusia 20 tahun itu.
Marselino memang dikenal sangat dekat dengan Shin Tae-yong. Banyak pihak menyebutnya sebagai “anak kesayangan” sang pelatih. Tak heran, berakhirnya masa kepelatihan Shin Tae-yong di Indonesia menjadi pukulan berat bagi pemain andalan Timnas Indonesia U-20 dan U-23 tersebut.
Melalui unggahan Instagram Story-nya, Marselino menyampaikan rasa terima kasih kepada Shin Tae-yong. Ia mengungkapkan kebanggaan bisa bekerja sama selama empat tahun bersama pelatih yang telah banyak membimbingnya.
“Bos hanya ingin mengucapkan terima kasih untuk semua yang telah Anda lakukan. Dan sampai jumpa di masa mendatang,” tulis Marselino dalam sebuah video usai pertandingan, seperti dikutip dari tvOnenews.com. Ia juga menambahkan, “Sangat bangga bisa berbagi meja selama 4 tahun dengan Anda. Saya merasa seperti kehilangan dunia saya.”
Tak hanya Marselino, netizen dan pecinta sepak bola Indonesia juga merasakan kesedihan yang sama. Banyak komentar bernada kecewa dan terima kasih kepada Shin Tae-yong yang tersebar di media sosial, salah satunya pada unggahan akun Instagram @fyi.korea.
Komentar seperti “Sakit hati banget, susah buat nerima ini,” hingga “Terima kasih coach atas semua jasanya,” menjadi bukti betapa besar dampak kehadiran Shin Tae-yong bagi sepak bola Indonesia.
Di tengah suasana perpisahan ini, muncul kabar bahwa Patrick Kluivert, pelatih asal Belanda, menjadi kandidat kuat sebagai pengganti Shin Tae-yong. Menurut informasi yang disampaikan oleh jurnalis asal Italia, Fabrizio Romano, Kluivert telah mencapai kesepakatan dengan PSSI.
“Patrick Kluivert siap menandatangani kontrak sebagai pelatih kepala baru Indonesia, kesepakatan selesai,” tulis Fabrizio Romano di akun X pribadinya. Kontrak tersebut berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun, dan presentasi resminya dijadwalkan pada 12 Januari 2025.
Dengan latar belakang budaya Belanda yang dimiliki beberapa pemain diaspora di Timnas Indonesia, kehadiran Kluivert diharapkan dapat membawa peningkatan dalam sistem permainan dan taktik skuad Garuda. Salah satu target utama Kluivert adalah membawa Indonesia menuju kualifikasi Piala Dunia.
Meski demikian, bagi Marselino Ferdinan dan sebagian besar pecinta sepak bola Indonesia, kehilangan Shin Tae-yong tetap meninggalkan luka yang mendalam. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai pelatih yang membawa banyak perubahan positif bagi Timnas Indonesia.


