Toprak Razgatlioglu: Jawara WorldSBK yang Dinilai Pantas Hijrah ke MotoGP

Pembalap ROKiT BMW di WSBK 2024, Toprak Razgatlioglu saat tampil pada sesi warm-up WSBK Portugal 2024 di Sirkuit Portimao, Minggu (11/8/2024).

Jakarta, tiradar.id – Toprak Razgatlioglu, juara dunia World Superbike (WorldSBK) musim 2024, terus menjadi perbincangan hangat di dunia balap motor. Banyak pihak, termasuk mantan pembalap MotoGP, Danilo Petrucci, meyakini bahwa pembalap asal Turki tersebut mampu bersaing di MotoGP jika diberi kesempatan.

Petrucci, yang pernah mencicipi kemenangan di MotoGP bersama Ducati dan kini berlaga di WorldSBK, memberikan pandangannya tentang potensi Razgatlioglu. “Saya akan sangat penasaran untuk melihatnya di MotoGP. Saya pikir dia dan timnya menunggu untuk mendapat motor yang kompetitif,” ujar Petrucci kepada GPone.com.

Kesuksesan Bersama BMW

Musim 2024 menjadi momen bersejarah bagi Razgatlioglu. Ia berhasil membawa BMW menjadi juara dunia WorldSBK, memutus dominasi Ducati yang selama dua musim terakhir berjaya melalui Alvaro Bautista. Keberhasilannya ini menjadi pencapaian luar biasa, mengingat sebelumnya belum ada pembalap yang mampu mengantarkan BMW menjadi juara dunia di WorldSBK.

Namun, perjalanan Razgatlioglu bersama BMW tidak sepenuhnya mulus. Kepindahannya dari Yamaha ke BMW diwarnai drama, terutama karena syarat yang diajukan Yamaha agar Razgatlioglu tidak membandingkan performa motor lamanya dengan BMW. Situasi ini mengingatkan pada kisah legendaris Valentino Rossi ketika pindah dari Honda ke Yamaha pada 2004 dan langsung menjadi juara dunia.

Kombinasi Rossi dan Marquez

Dalam pandangan Petrucci, Razgatlioglu memiliki karakteristik yang mengingatkan pada dua ikon MotoGP, Valentino Rossi dan Marc Marquez. “Dia terlihat seperti Valentino dengan cara dia duduk di atas motor,” kata Petrucci. Selain itu, tubuh jangkung Razgatlioglu dengan tinggi 182 cm juga mirip dengan Rossi yang setinggi 181 cm.

Namun, bukan hanya fisiknya yang mencerminkan Rossi. Dari sisi performa, Razgatlioglu juga menunjukkan gaya bertarung agresif dan konsisten seperti Marc Marquez. “Dalam hal perilaku, dia sangat tenang dan pendiam, tetapi kejam saat dibutuhkan,” tambah Petrucci.

Razgatlioglu mencatatkan 13 kemenangan beruntun di musim 2024, bahkan tetap menjadi juara dunia meski absen dalam dua seri akibat cedera. Keberhasilan ini semakin menegaskan reputasinya sebagai pembalap yang memiliki kombinasi unik antara teknik, ketenangan, dan determinasi.

Rencana Masa Depan

Meskipun banyak yang berharap melihat Razgatlioglu berlaga di MotoGP, ia memilih untuk tetap fokus di WorldSBK musim depan. Dengan nomor khas juara dunia, yaitu 1, ia bertekad mempertahankan gelarnya.

Namun, Razgatlioglu tidak menutup kemungkinan untuk hijrah ke MotoGP pada 2026, meskipun ia menyadari tantangan yang ada. “Kami perlu menemukan kontrak yang bagus. Kalau tidak, saya akan bertahan di Superbike,” ucapnya.

Dengan usianya yang akan menginjak 28 tahun pada 2026, Razgatlioglu menyadari bahwa kesempatan untuk hijrah ke MotoGP semakin sempit. Meski begitu, ia tetap fokus pada misinya di WorldSBK, memperkuat statusnya sebagai salah satu pembalap terbaik sepanjang masa.

Apakah Razgatlioglu mampu membawa keajaibannya ke MotoGP seperti yang ia lakukan di WorldSBK? Waktu yang akan menjawab. Satu hal yang pasti, dunia balap motor akan terus menantikan aksi pembalap bertalenta besar ini, baik di lintasan WorldSBK maupun di masa depan di MotoGP.