Jakarta, tiradar.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengumumkan bahwa Kemenparekraf akan segera meluncurkan program “Mudik Bareng” untuk mendukung masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik.
Program ini juga bertujuan untuk mengurangi atau menghindari mudik menggunakan kendaraan roda dua.
Sebelumnya, Sandiaga mengajak seluruh komunitas pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama umat Muslim, untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan wathaniyah sebagai bagian dari momentum Nuzulul Quran. Menurutnya, Ramadan adalah waktu untuk mendapatkan petunjuk hidayah dari Allah SWT serta mendapatkan keberkahan.
Sandiaga menjelaskan bahwa dalam kisah Nabi Musa AS, salah satu upaya untuk mendapatkan keberkahan adalah dengan menjaga kerukunan. Ia menegaskan bahwa kerukunan merupakan kunci untuk mendapatkan keberkahan, dan memperkuat ukhuwah islamiyah dan wathaniyah merupakan bagian dari upaya tersebut. Menurutnya, kebaikan yang kita lakukan akan memberikan manfaat besar bagi orang lain, dan hal ini merupakan catatan amal yang bernilai di sisi Allah SWT.
Pada peringatan Nuzulul Quran yang digelar di Masjid Rihlatul Jannah, Jakarta, Sandiaga menyampaikan bahwa momentum ini adalah yang pertama kali diadakan di masjid tersebut sejak diresmikan pada Juli 2023. Dia juga menekankan pentingnya keberkahan dari masjid tersebut sebagai sarana untuk kegiatan yang positif, sembari berharap agar masjid tersebut terus digunakan untuk kebaikan.
Selain itu, Sandiaga juga mengumumkan bahwa Kemenparekraf akan meluncurkan program “Mudik Bareng” dalam waktu dekat. Program ini akan menyediakan bus sebanyak 20 unit yang bekerja sama dengan MS Glow. Sandiaga juga menyatakan kesiapannya untuk menambah jumlah unit jika ada permintaan yang lebih banyak dari masyarakat.
Dengan program “Mudik Bareng” ini, diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih nyaman dan aman, serta dapat membantu mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan roda dua.
Program ini merupakan langkah konkret dari pemerintah dalam mendukung kegiatan mudik yang lebih teratur dan terkendali, sekaligus memperkuat ukhuwah sesama umat Muslim dalam momen yang sakral seperti Nuzulul Quran.


