Guru Honorer Harus Sejahtera

Guru Honorer Harus Sejahtera
Darmawan Santosa

Subang, tiradar.id- Kesejahteraan guru honorer, sangat jauh panggang dari api, karenanya, pada momentum hari guru nasional, tahun 2023 ini, Darmawan Santosa mendorong pemerintah Kabupaten Subang untuk dapat meningkatkan kesejahteraan guru, apabila tidak dapat menjadikan Aparatur Sipil Negara (ASN, red).

“Saya sangat tahu apa yang dirasakan oleh guru Honorer, dan menjadi ASN tentunya menjadi mimpi semua guru honorer di tanah air. Sebab, gaji para guru honorer sangat tidak layak,” ujar Calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Subang 5, Darmawan Santosa, Kamis (23/11/2023).

Menurut Darmawan Santosa, dirinya pernah mengalami menjadi guru Honorer, dengan mengajar empat mata pelajaran, dan jam mengajar hampir tiap hari, sementara honor dari mengajar tersebut, dibayar sebesar Rp. 350.000 setiap bulannya.

“Buruh pabrik saja yang gajinya sekitar Rp. 3.000.000,- perbulan, tiap tahun selalu menuntut kenaikan upah karena dirasa belum mencukupi standar kesejahteraan,” ucap Darmawan Santosa.

Padahal, menurut Darmawan Santosa, guru memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karenanya, Darmawan santosa berharap, dimomentum hari Guru Nasional tahun 2023 ini, pemerintah membuat kebijakan yang pro terhadap guru honorer.

“Kalau tidak mengangkat menjadi ASN, perbanyak kuota P3K untuk tenaga kependidikan dan atau guru,” harapnya.

Darmawan Santosa mengingatkan, jangan sampai karena ketidak berpihakan pemerintah terhadap tenaga kependidikan terutama guru honorer, akhirnya membuat kualitas pendidikan rendah. Sehingga Sumberdaya Manusia menjadi lemah dan tidak bisa bersaing dengan sumberdaya manusia negara lain.

“Yang akhirnya program hilirisasi, IKN, konektivitas Infrastruktur dan mimpi kita menuju masa keemasan Indonesia di tahun 2045 tinggallah wacana dan cerita,” tegasnya. (***)