Jakarta, tiradar.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan sebanyak 335 unit rumah baru yang tahan bencana untuk para korban banjir lahar dingin Gunung Marapi di Sumatera Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa rumah-rumah ini adalah Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha), yang disiapkan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Rumah Risha merupakan salah satu bentuk bangunan yang dirancang untuk tahan terhadap berbagai jenis bencana, termasuk gempa bumi. Kehadirannya dianggap sangat ideal untuk ditempati oleh warga yang terdampak di Sumatera Barat, daerah yang rawan akan bencana.
Abdul Muhari juga menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo telah secara simbolis menyerahkan rumah-rumah tersebut kepada ratusan warga korban bencana di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam saat melakukan kunjungan di lokasi terdampak bencana tersebut.
Ratusan unit rumah ini akan didirikan di lahan seluas 100 hektare di Kabupaten Agam dan 10 hektare di Kabupaten Tanah Datar. Meskipun proses pendataan masih berlangsung, sudah ada sebanyak 100 kepala keluarga di Kabupaten Agam yang menyatakan kesediaannya untuk direlokasi dan menempati rumah yang disediakan.
Relokasi ini diprioritaskan untuk keselamatan para korban. Pemerintah menyadari bahwa tinggal di daerah yang rawan bencana dapat membahayakan mereka. Oleh karena itu, relokasi menjadi langkah yang diperlukan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
Selain pembangunan rumah, pemerintah juga sepakat untuk membangun 56 unit Sabo Dam di aliran sungai berhulu di Gunung Marapi. Pembangunan ini diharapkan dapat mengurangi potensi bahaya bencana banjir lahar dingin di Sumatera Barat dengan menahan material vulkanik agar tidak mengalir ke permukiman penduduk di hilir sungai.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan para korban banjir lahar dingin Gunung Marapi dapat mendapatkan perlindungan dan bantuan yang memadai dari pemerintah untuk memulai kembali kehidupan mereka di lingkungan yang lebih aman dan terlindungi dari bencana.

