Jakarta, tiradar.id – Gunung Marapi di Sumatera Barat meletus, memuntahkan abu vulkanik dan menyulitkan upaya evakuasi sejumlah pendaki yang masih terjebak di puncak gunung. Badan SAR Nasional (Basarnas) melaporkan bahwa kondisi erupsi masih berlangsung, membuat tim evakuasi kesulitan dalam menjalankan operasi penyelamatan.
Kasi Operasional Siaga Bencana Basarnas Agam, Hendri, menyatakan kekhawatiran terkait kondisi erupsi yang masih berlanjut. “Untuk erupsi ini kami masih takut. Karena sampai siang ini erupsi masih terjadi. Kami tak ingin relawan jadi korban juga,” ujar Hendri.
Sebelumnya, Basarnas telah menemukan 11 pendaki yang meninggal dunia akibat erupsi Gunung Marapi. Namun, masih terdapat 26 orang lainnya yang belum berhasil dievakuasi karena berada di atas gunung pada saat erupsi terjadi.
“Hingga saat ini, data terbaru kami mencatat ada 75 orang di sana, 26 masih di atas, sisanya sudah dibawa ke bawah,” tambah Hendri.
Pendaki yang berhasil dievakuasi telah dilarikan ke rumah sakit di Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang untuk mendapatkan perawatan intensif. Beberapa di antaranya juga sudah diambil oleh keluarganya.
Erupsi Gunung Marapi, yang terletak di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, terjadi pada Minggu (3/12/2023). Gunung tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik dan material vulkanik hingga ketinggian 3.000 meter dari puncak kawah, disertai suara gemuruh. Hujan abu vulkanik yang intens menyelimuti desa di sekitar gunung, menciptakan kondisi pekat dan gelap.

