Banjir Bandang Terjang Jembrana, Jembatan Putus dan Ratusan Warga Mengungsi

Kondisi Kota Denpasar yang dilanda banjir, pada Rabu (10/09). | Foto AFP Getty Images

Jembarana, tiradar.id – Banjir bandang akibat luapan aliran sungai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jembrana, Bali, Minggu (16/10). Peristiwa ini menyebabkan kerusakan infrastruktur, termasuk jembatan, serta merendam ratusan rumah warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, di Negara, Senin (17/10), mengatakan banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan hulu sungai. Debit air yang tinggi membuat sungai-sungai meluap hingga melanda pemukiman warga.

“Tim kami sudah turun ke lokasi-lokasi yang dilanda bencana, dan kami terus melakukan pemantauan. Bencana ini karena luapan air dari sungai,” ujar Agus.

Ia menambahkan, hingga kini BPBD masih melakukan pendataan kerusakan, baik fasilitas umum maupun rumah warga. Koordinasi dengan instansi terkait juga terus dilakukan untuk mempercepat distribusi bantuan kepada korban banjir.

Dari informasi yang dihimpun, banjir bandang mengakibatkan sejumlah jembatan putus, salah satunya di Dusun Biluk Poh, Kecamatan Mendoyo. Kondisi itu membuat arus lalu lintas Denpasar–Gilimanuk untuk sementara dilarang melewati jembatan karena dianggap berbahaya.

Selain merendam rumah-rumah, banjir juga memaksa ratusan warga mengungsi. Beberapa di antaranya membawa serta hewan ternak, seperti sapi, yang biasanya ditambatkan di dekat sungai.

“Kami imbau warga untuk mencari tempat yang aman. Cuaca masih tidak menentu saat ini,” kata Agus.

Hingga berita ini diturunkan, BPBD Jembrana terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sembari menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak.