Subang, tiradar.id– Pelaksanaan peringatan Hari Santri Nasional (HSN, red) sudah sukses dilaksanakan, hingga puncaknya dilaksanakan Subang Jawara Bershalawat di Desa Kamarung Kecamatan Pagaden, Selasa (14/11/2023) yang dihadiri oleh ribuan jama’ah, Ketua Panitia Kiai Adam Misbahudin Firdaus mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi.
“Alhamdulillah, kegiatan peringatan Hari Santri Nasional tahun 2023, sudah selesai dilaksanakan, dari mulai apel peringatan hingga Subang Jawara Bershalawat, dan Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah berpartisipasi atas suksesnya kegiatan tersebut,” ujar Kiai Adam, dalam keterangan pers-nya, Kamis (16/11/2023).
Karena partisipasi yang telah dilakukan oleh para pihak, tambah Ki Adam, hingga puncaknya, pada kegiatan Subang Jawara Bersholawat, selain banyaknya jama’ah yang hadir, peran para tokoh agama di Desa Kamarung dan Desa Sukamulya Kecamatan Pagaden, mampu memobilisasi jama’ah dan mampu menstabilkan kondisi di masyarakat.
“Bukan hal yang sederhana, dimana kami menutup ruas jalan ke Cipunagara, kalau tidak ada peran tokoh masyarakat dan tokoh agama, bisa terjadi gejolak di masyarakat. Yang utama, ucapan terimakasih kepada group JPB (Jema’ah Pemburu Berkah) yang digerakan sesepuh Al Muniriyah, juga Pimpinan Pondok pesantren Raudlatul Hasanah, Ki Maung Subang yang telah melatih para santri membaca Nadhom Alfiyah,” jelas Ki Adam.
Lain dari itu, Ki Adam menambahkan, peran dari kepolisian Resort Subang, Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, serta Karang taruna Desa Kamarung dan Karang Taruna Desa Sukamulya, mampu menstabilkan kondisi lalulintas di sekitar lokasi.
“Karenanya, sekali lagi, terimakasih kepada seluruhnya, kepada Muslimat NU, kepada Fatayat NU, serta Banom NU lainnya yang berperan dalam kegiatan tersebut. Juga seluruh elemen yang mensukseskan Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2023,” tegasnya.
Kedepan, menurut Ki Adam, segala kekurangan yang ada pada kepanitiaan peringatan Hari Santri Nasional tahun 2023, semoga bisa diperbaiki dan menjadi sebuah cerminan bagi para panitia ke depan.
“Mohon maaf kepada para pihak yang berperan penting mulai dari pra pelaksanaan hingga paska pelaksanaan yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu,” tutup Ki Adam. (***)