Subang, tiradar.id – Kasus dugaan keracunan makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Subang menjadi sorotan publik. Sebanyak 11 siswa di Kecamatan Dawuan dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Peristiwa ini dinilai mencoreng niat baik Presiden dalam mewujudkan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan gizi pelajar. Meski jumlah kasus di Subang relatif kecil jika dibandingkan dengan Kabupaten Bandung Barat, Fraksi Partai NasDem menegaskan bahwa besar atau kecilnya kasus tidak boleh diabaikan.
“Kami prihatin atas kejadian ini. Meski pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan program, kami meminta perhatian serius agar masyarakat, terutama orang tua siswa, merasa tenang,” ujar perwakilan Fraksi Partai NasDem, Hendra Boeng Purnawan dalam pernyataan resminya.
NasDem mendesak pimpinan DPRD Subang agar segera menugaskan Komisi IV memanggil Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, serta pihak penyedia makanan (SPPG) untuk dimintai penjelasan. Langkah ini dinilai penting guna memastikan kualitas makanan yang diberikan sesuai standar.
Pihak DPRD juga menekankan perlunya evaluasi berlapis, termasuk pengecekan kembali kesesuaian penyedia makanan dengan dokumen Standar Layanan Hidangan Sehat (SLHS). Ada kekhawatiran bahwa penyedia awalnya memenuhi standar saat seleksi, namun dalam pelaksanaannya tidak konsisten.
Meskipun pemerintah daerah hanya memiliki kewenangan terbatas, DPRD Subang menilai Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan tetap harus mengambil langkah antisipasi. Sementara itu, terkait keberlanjutan program, keputusan sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat.
“Presiden tentu bisa melakukan evaluasi menyeluruh terkait pelaksanaan program MBG ini, apalagi kasus serupa muncul di sejumlah daerah. Suara keresahan masyarakat harus sampai ke pusat agar perbaikan segera dilakukan,” lanjut pernyataan Fraksi NasDem.
Program MBG sendiri digadang sebagai salah satu program unggulan Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas gizi anak bangsa. Namun, kasus yang terjadi di Subang menjadi peringatan agar pengawasan di lapangan diperketat demi menjamin keamanan dan keselamatan peserta didik.


