Jakarta, tiradar.id – Lembaga Survei Jakarta (LSJ) baru-baru ini merilis hasil survei terkait debat perdana Pemilu 2024. Survei ini dilakukan pada tanggal 22-27 Desember 2023 dengan melibatkan 1.200 responden yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) dengan usia minimal 17 tahun.
Hasil survei menunjukkan bahwa Prabowo Subianto dinilai unggul di debat capres, sementara Gibran Rakabuming Raka mendominasi di debat cawapres.
Menurut Direktur Riset LSJ, Fenta Ardianto, dari total responden, sebanyak 42,5% menyebut Prabowo Subianto tampil terbaik dalam debat capres. Posisi kedua diisi oleh Anies Baswedan dengan persentase 26,4%, dan Ganjar Pranowo menempati posisi ketiga dengan 24,6%. Fenta menyampaikan hasil ini dalam jumpa pers virtual pada Kamis, 28 Desember 2023.
“Terlihat bahwa opini responden terbagi dalam penilaian terhadap penampilan Capres pada debat perdana. Sebanyak 42,5% responden menyatakan bahwa Prabowo tampil sebagai capres yang terbaik,” kata Fenta seperti dikutip dari laman detik.com, Kamis (28/12/2023).
Adapun dalam kategori cawapres, hasil survei menunjukkan bahwa 55,5% responden menyatakan bahwa Gibran Rakabuming Raka tampil terbaik di debat cawapres. Mahfud Md menduduki posisi kedua dengan 30,4%, sedangkan Cak Imin berada di posisi ketiga dengan 12,1%.
“Hasil survei LSJ menunjukkan bahwa 55,5% responden berpendapat bahwa Gibran memberikan penampilan terbaik dalam debat cawapres yang diselenggarakan,” ujar Fenta.
Survei ini dilakukan setelah debat perdana capres pada 12 Desember dan debat cawapres pada 22 Desember 2023. Metode survei menggunakan teknik wawancara melalui telepon oleh tenaga terlatih dengan bantuan kuesioner. Pemilihan sampel dilakukan dengan multistage random sampling, dan survei memiliki margin of error sekitar ±2,83%.
Hasil survei LSJ ini memberikan gambaran awal tentang bagaimana persepsi publik terhadap kinerja calon presiden dan calon wakil presiden dalam debat perdana Pemilu 2024. Seiring berjalannya waktu, dinamika politik dan opini publik dapat berubah, sehingga perlu diingat bahwa hasil survei bersifat dinamis dan dapat mengalami perubahan seiring peristiwa-peristiwa politik selanjutnya.


