Jakarta, tiradar.id — Dunia literasi Indonesia kembali diperkaya dengan terbitnya buku inspiratif berjudul *“364+1 Inspirasi Harian”*, karya Prof. Dr. Achmad Tjahja N., SP., MP., CFrA., PIA., CACP., CHI., Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Buku tersebut resmi diluncurkan dan langsung mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk tokoh nasional dan publik.
Buku ini menyuguhkan 365 inspirasi reflektif—satu untuk setiap hari dalam setahun—yang memadukan nilai-nilai spiritual, kebijaksanaan hidup, serta etika sosial dalam bahasa sederhana namun penuh makna.
Salah satu tokoh yang turut memberikan apresiasi adalah mantan Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin. Dalam pernyataan hangatnya, Bey menyebut Prof. Achmad sebagai sosok yang memiliki banyak dimensi peran.
“Buat saya, Kang Ahmad itu ibarat paket 3 in 1: teman, ustaz, sekaligus kawan yang serba tahu. Mungkin sah-sah aja kalau disebut ilmuwan, ya, soalnya wawasannya luas banget, ya kan profesor juga beliau,” ujar Bey.
Ia juga menilai Prof. Achmad bukan tipe ustaz yang gemar berpanjang lebar dalam ceramah, tetapi lebih menonjolkan keteladanan lewat tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
> “Salah satu yang paling kerasa: sedekah udah jadi gaya hidupnya. Bukan sekadar ‘kalau ada rezeki lebih’, tapi benar-benar menghayati makna segerakanlah bersedekah,” tambahnya.
Tak hanya itu, Bey turut menyoroti kepribadian Prof. Achmad yang dikenal ramah dan murah senyum meski di tengah tekanan pekerjaan.
> “Dan kita semua tahu, sedekah paling murah itu senyum. Nah, itu dia, Kang Ahmad mah tampilannya senyum terus. Nggak peduli kurang tidur, capek, atau lagi dikejar deadline kerjaan, mukanya tetap adem, senyum khasnya nggak pernah absen,” jelasnya.
Menurut Bey, buku “364+1 Inspirasi Harian” bukan sekadar bacaan biasa, melainkan pengingat sederhana namun mendalam tentang pentingnya berbagi, menjadi manfaat, dan menjaga kerendahan hati dalam menghadapi tantangan hidup.
Dengan gaya penulisan yang akrab dan kontemplatif, buku ini diharapkan mampu menjadi panduan refleksi harian yang menyentuh siapa saja, kapan saja. Kehadiran karya ini sekaligus menegaskan pentingnya literasi spiritual dan kultural di tengah masyarakat modern yang semakin kompleks.
