Ragam  

Giant Step, Legenda Rock Progresif dari Bandung yang Mendunia

Jakarta, tiradar.id – Kalau kita bicara soal musik rock Indonesia, biasanya yang pertama terlintas adalah nama-nama besar seperti God Bless atau Slank. Tapi, pernah dengar tentang Giant Step? Band rock asal Bandung ini adalah legenda yang sering terlupakan! Dibentuk pada tahun 1973, mereka adalah pelopor rock progresif di Indonesia, jauh sebelum istilah “progresif” jadi sesuatu yang keren di kalangan musisi lokal. Dengan pengaruh dari King Crimson hingga Jethro Tull, Giant Step berhasil menciptakan musik yang berkelas, unik, dan penuh eksplorasi.

Awal Mula dan Gebrakan di Industri Musik

Giant Step beranggotakan Benny Soebardja (gitar & vokal), Deddy (bas & vokal), Yockie (kibor & vokal), serta Sammy (drum). Band ini resmi masuk dapur rekaman pada tahun 1975 dan setahun kemudian merilis album perdana mereka, *Giant Step Mark-I* (1976). Yang menarik, dari sepuluh lagu di album ini, lima di antaranya berbahasa Inggris! Bahkan, liriknya ditulis oleh Bob Dook, seorang warga Australia yang tinggal di Bandung. Ini bukti bahwa Giant Step memang nggak main-main dalam berkarya.

Di saat band lain sibuk meng-cover lagu-lagu The Beatles, Rolling Stones, atau Deep Purple, Giant Step justru lebih bangga membawakan karya mereka sendiri. Ini yang membuat mereka beda dari yang lain—mereka bukan sekadar “ikut-ikutan”, tapi benar-benar menciptakan musik dengan identitas kuat.

Era Keemasan dan Eksplorasi Musik

Setelah debut album yang sukses, Giant Step terus melahirkan karya-karya progresif yang semakin matang di album kedua, ketiga, dan keempat. Formasi mereka sempat berubah-ubah, tapi semangat eksplorasi musik tetap membara. Mereka sempat vakum cukup lama, namun pada tahun 1983, mereka bangkit kembali dan tampil di acara *Jambore Musik* yang diadakan oleh majalah VISTA di Senayan. Saat itu, formasi band terdiri dari Benny Soebardja, Oetje F Tekol, Albert Warnerin, Triawan Munaf, Erwin Badudu, dan Jelly Tobing.

Sayangnya, seperti banyak band besar lainnya, perjalanan Giant Step tidak selamanya mulus. Setelah berbagai perubahan personel dan dinamika internal, mereka akhirnya bubar setelah tampil di acara demo solo drum Jelly Tobing pada tahun 1992.

Warisan Giant Step di Dunia Musik Indonesia

Meski tak lagi aktif, warisan Giant Step tetap hidup. Mereka adalah pionir yang membuktikan bahwa musisi Indonesia bisa menciptakan musik progresif yang tak kalah dari musisi internasional. Mereka juga membuka jalan bagi banyak band rock generasi berikutnya untuk lebih berani bereksperimen dengan musik mereka.

Jadi, kalau kamu mengaku pecinta musik rock Indonesia, sudah saatnya memasukkan Giant Step ke dalam playlist kamu. Siapa tahu, kamu akan menemukan inspirasi baru dari band yang lahir jauh sebelum kebanyakan dari kita lahir, tapi tetap relevan hingga hari ini. Karena musik yang bagus itu abadi—dan Giant Step adalah buktinya!

Album

  • Giant Step Mark – I (Lucky Record, 1975)
  • Giant On The Move! (SM Recording, 1976)
  • Kukuh Nan Teguh (Nova Records, 1977)
  • Persada Tercinta (Irama Tara, 1978)
  • Tinombala (Irama Tara, 1979)
  • Vol. III/ Warna Harapan (Irama Tara, 1980)
  • Gregetan (JK Records, 1985)
  • Life’s not the same (rockpod records, 2017)